Al-An'am · 1/165
Terjemah Transliterasi — Al-An'am
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّورَ ۖ ثُمَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ ۝١
Alhamdu lillaahil lazee khalaqas samaawaati wal arda wa ja`alaz zulumaati wannoor; summal lazeena kafaroo bi Rabbihim ya`diloon
📖 Arti Bahasa Indonesia
Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi dan mengadakan gelap dan terang, namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka.
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata:

  • الظُّلُمَاتِ (Azh-Zhulumat): Kegelapan, bentuk jamak dari zhulmah. Maksudnya adalah malam yang gelap gulita, atau bisa juga bermakna kekufuran dan kesesatan.
  • النُّورَ (An-Nur): Cahaya terang, maksudnya adalah siang yang terang benderang, atau bisa juga bermakna keimanan dan petunjuk.
  • يَعْدِلُونَ (Ya'dilun): Menyamakan, mempersekutukan, atau menyetarakan sesuatu dengan yang lain. Dalam konteks ini bermakna mereka menyamakan berhala-berhala dengan Allah.

Tafsir Ayat:

Segala puji yang sempurna, yang disertai rasa cinta dan pengagungan, hanyalah milik Allah semata. Dia-lah satu-satunya yang berhak atas segala pujian karena seluruh sifat-Nya adalah sifat kesempurnaan yang mutlak, dan seluruh nikmat-Nya—baik yang tampak maupun yang tersembunyi, yang bersifat duniawi maupun ukhrawi—berasal dari-Nya.

Allah memulai firman-Nya dengan memuji diri-Nya sendiri sebagai pengajaran bagi hamba-hamba-Nya bahwa segala pujian itu hanya untuk-Nya, tiada sekutu bagi-Nya dalam pujian tersebut. Dia-lah yang menciptakan langit yang menjulang tinggi dan bumi yang terbentang luas, beserta segala isinya, tanpa contoh sebelumnya. Dia pula yang menjadikan kegelapan malam dan cahaya siang silih berganti, sehingga jadilah gelapnya malam dan terangnya siang sebagai tanda kekuasaan-Nya yang agung.

Penyebutan langit dan bumi secara khusus dalam ayat ini karena keduanya merupakan makhluk yang paling besar dan paling menakjubkan di antara seluruh ciptaan-Nya. Adapun penyebutan "kegelapan" dalam bentuk jamak dan "cahaya" dalam bentuk tunggal mengandung isyarat yang dalam: kegelapan itu banyak jenisnya—kekufuran, kesesatan, dan kebodohan—sementara cahaya itu satu, yaitu keimanan dan petunjuk yang lurus. Sebagian ulama menafsirkan keduanya sebagai malam dan siang, dan sebagian lagi sebagai kekufuran dan keimanan, dan keduanya benar.

Keagungan ciptaan Allah ini seharusnya menjadi bukti yang gamblang akan kebesaran-Nya dan keesaan-Nya dalam beribadah. Sungguh tidak layak bagi siapa pun untuk mempersekutukan-Nya dengan sesuatu yang lain. Namun demikian, betapa disayangkan, orang-orang yang kafir setelah melihat dan mengetahui semua bukti yang jelas ini tetap saja menyamakan Allah dengan berhala-berhala mereka yang tidak mampu menciptakan apa pun. Mereka mempersekutukan-Nya dengan makhluk yang lemah dan tidak berdaya.


Renungan dan Pelajaran:

Saudaraku yang dirahmati Allah, perhatikanlah betapa agungnya nikmat penciptaan langit dan bumi ini. Setiap kali kita memandang langit yang biru, merasakan hangatnya matahari di pagi hari, atau menikmati sejuknya malam, sesungguhnya di balik semua itu ada Sang Pencipta yang Maha Agung yang patut kita syukuri dan kita sembah.

Ayat ini mengajarkan kita untuk senantiasa memulai segala urusan dengan memuji Allah, karena Dialah sumber segala kebaikan. Ketika kita menyadari betapa sempurnanya ciptaan Allah, hati kita akan dipenuhi rasa cinta dan kagum kepada-Nya. Dan ketika cinta itu bersemi, ibadah kita akan terasa ringan dan menyenangkan, bukan lagi beban.

Janganlah kita termasuk golongan yang telah melihat bukti-bukti kekuasaan Allah namun tetap berpaling dan menyekutukan-Nya. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang pandai bersyukur, yang selalu memuji-Nya dalam setiap keadaan, dan yang menjadikan keimanan sebagai cahaya yang menerangi kegelapan hati kita. Aamiin.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 1-3 — Al-An'am

1الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّورَ ۖ ثُمَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ
Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi dan mengadakan gelap dan terang, namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka.
2هُوَ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن طِينٍ ثُمَّ قَضَىٰ أَجَلًا ۖ وَأَجَلٌ مُّسَمًّى عِندَهُ ۖ ثُمَّ أَنتُمْ تَمْتَرُونَ
Dialah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu).
3وَهُوَ اللَّهُ فِي السَّمَاوَاتِ وَفِي الْأَرْضِ ۖ يَعْلَمُ سِرَّكُمْ وَجَهْرَكُمْ وَيَعْلَمُ مَا تَكْسِبُونَ
Dan Dialah Allah (yang disembah), baik di langit maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan.
Al-An'amIndeks Quran
165Ayat
MakkiyahRevelation
1Ayat

Terjemah — Al-An'am 1

Surat Al-An'am Ayat 1 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi…

Surat Ayat 1/165 — Al-An'am الأنعام (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-An'am Dengarkan, Al-An'am Terjemah, Al-An'am mp3, Al-An'am pdf. Ayat 1–3. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu