Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Āzar (آزر): Nama ayah Nabi Ibrahim 'alaihissalam, seorang pembuat dan penyembah berhala.
- Aṣnām (أصنام): Patung-patung berhala yang dijadikan sesembahan selain Allah.
- Ālihah (آلهة): Bentuk jamak dari *ilāh*, yang berarti tuhan-tuhan atau sesembahan-sesembahan.
- Ḍalāl mubīn (ضلال مبين): Kesesatan yang sangat jelas dan nyata, tidak samar lagi.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad, ingatlah dan sampaikanlah kepada kaummu kisah perjuangan bapak para nabi, Ibrahim 'alaihissalam, ketika ia berdakwah kepada ayah kandungnya yang bernama Āzar. Dengan penuh kelembutan dan kasih sayang seorang anak, Ibrahim bertanya kepada ayahnya, "Wahai ayahku, mengapa engkau menjadikan patung-patung berhala sebagai tuhan-tuhan yang engkau sembah selain Allah? Apakah patung-patung itu dapat memberi manfaat atau menolak mudarat bagimu?"
Kemudian Ibrahim menegaskan dengan tegas namun santun, "Sesungguhnya aku melihat engkau dan kaummu berada dalam kesesatan yang sangat nyata dan jelas. Kalian telah tersesat dari jalan kebenaran, karena kalian menyembah makhluk yang tidak berdaya sementara kalian meninggalkan Allah Yang Maha Pencipta, Maha Pemberi Rizki, dan Maha Mengatur segala urusan."
Ayat ini menunjukkan betapa besarnya kasih sayang Ibrahim kepada ayahnya. Ia tidak membenci ayahnya meskipun ayahnya berada dalam kesesatan, bahkan ia berusaha menyelamatkannya dengan dakwah yang penuh hikmah. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita: dakwah harus dimulai dari orang-orang terdekat, disampaikan dengan sopan santun, dan diiringi dengan kejujuran serta keberanian dalam menyampaikan kebenaran.
Saudaraku, perhatikanlah bagaimana Ibrahim memperlakukan ayahnya yang musyrik. Ia tetap memanggilnya dengan panggilan yang penuh hormat, namun ia tidak pernah kompromi dalam masalah akidah. Ia berani mengatakan "kesesatan yang nyata" kepada ayahnya sendiri demi menyelamatkannya dari azab Allah. Inilah teladan bagi kita dalam berdakwah: lemah lembut dalam cara, tetapi tegas dalam prinsip.
Renungkanlah wahai jiwa yang tenang! Jika Ibrahim saja bersusah payah menyelamatkan ayahnya dari kesesatan, maka betapa besar kewajiban kita untuk menyampaikan kebenaran kepada keluarga, kerabat, dan orang-orang di sekitar kita. Janganlah kita takut atau malu untuk menyeru kepada tauhid, karena itulah warisan para nabi. Dan ingatlah, hidayah hanyalah di tangan Allah, tetapi kewajiban kita adalah menyampaikan dengan sebaik-baiknya. Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang berpegang teguh pada tauhid dan giat berdakwah ke jalan-Nya.
📜 Ayat 72-76 — Al-An'am
Terjemah — Al-An'am 74
Surat Al-An'am Ayat 74 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya, Aazar, "Pantaskah…Surat Ayat 74/165 — Al-An'am الأنعام (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-An'am Dengarkan, Al-An'am Terjemah, Al-An'am mp3, Al-An'am pdf. Ayat 72–76. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








