Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Bil-haqqi (بِالْحَقِّ): dengan kebenaran, tidak sia-sia, penuh hikmah dan keadilan.
- Al-Shūr (الصُّور): sangkakala (terompet) yang ditiup oleh Malaikat Israfil.
- Al-Ghayb (الْغَيْب): segala sesuatu yang tersembunyi dari pandangan makhluk.
- Al-Syahādah (الشَّهَادَة): segala sesuatu yang tampak dan dapat disaksikan oleh makhluk.
- Al-Hakīm (الْحَكِيم): Maha Bijaksana, menempatkan segala sesuatu pada tempatnya.
- Al-Khabīr (الْخَبِير): Maha Mengetahui sedetail-detailnya, tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala menegaskan dalam ayat yang mulia ini bahwa Dia-lah satu-satunya Pencipta langit dan bumi dengan kebenaran yang sempurna—bukan main-main, bukan sia-sia, melainkan dengan hikmah dan tujuan yang agung. Seluruh alam semesta ini berdiri di atas fondasi kebenaran, dan semuanya akan kembali kepada kebenaran tersebut.
Kemudian Allah memerintahkan Nabi-Nya—dan kita semua—untuk mengingat hari kiamat, yaitu hari ketika Allah berfirman kepada makhluk-Nya: "Jadilah!" Maka jadilah semuanya seketika itu juga, lebih cepat dari kedipan mata. Pada hari itu, Allah memerintahkan manusia untuk bangkit dari kubur mereka, dan mereka pun bangkit dengan serta-merta. Firman Allah adalah kebenaran yang pasti terjadi, tidak ada keraguan sedikit pun di dalamnya. Apa yang Allah janjikan pasti terlaksana, dan apa yang Allah kabarkan pasti benar.
Pada hari ketika sangkakala ditiup—tiupan kedua yang menghidupkan kembali seluruh manusia—kerajaan dan kekuasaan mutlak hanyalah milik Allah semata. Mahkota-mahkota raja, singgasana para penguasa, dan segala keagungan duniawi akan sirna. Yang tersisa hanyalah wajah Allah Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri. Tidak ada satu pun yang dapat memberikan syafaat kecuali dengan izin-Nya, dan tidak ada yang berani berbicara kecuali dengan perkenan-Nya.
Allah-lah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib—yang tersembunyi dari pandangan mata dan jangkauan akal—dan juga segala yang tampak nyata. Tidak ada satu pun yang luput dari pengetahuan-Nya, baik yang tersembunyi di dalam dada maupun yang tampak di permukaan bumi. Dia adalah Al-Hakim, Yang Maha Bijaksana dalam menciptakan, mengatur, dan memutuskan segala urusan; dan Al-Khabir, Yang Maha Mengetahui hakikat segala sesuatu secara menyeluruh dan terperinci.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajak kita untuk merenungkan keagungan Allah yang menciptakan langit dan bumi tanpa contoh sebelumnya. Jika Allah mampu menciptakan alam semesta yang begitu luas dan sempurna ini, maka sungguh sangat mudah bagi-Nya untuk menghidupkan kembali manusia setelah mati. Keyakinan ini seharusnya menumbuhkan dalam hati kita rasa takut untuk bermaksiat, rasa harap akan rahmat-Nya, dan rasa rindu untuk bertemu dengan-Nya dalam keadaan husnul khatimah.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pengingat bahwa kehidupan dunia hanyalah persinggahan sementara. Hari kiamat pasti datang, dan setiap amal akan diperhitungkan dengan adil. Maka, perbanyaklah amal saleh, jauhi larangan-Nya, dan senantiasa perbaiki hubungan kita dengan Allah dan sesama manusia. Sungguh, kebahagiaan hakiki bukan terletak pada harta atau pangkat, melainkan pada ketenangan hati dalam ketaatan dan kerinduan akan perjumpaan dengan Allah Yang Maha Pengasih. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang beruntung dan dimudahkan hisabnya pada hari yang agung itu. Aamiin.
📜 Ayat 71-75 — Al-An'am
Terjemah — Al-An'am 73
Surat Al-An'am Ayat 73 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. Dan…Surat Ayat 73/165 — Al-An'am الأنعام (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-An'am Dengarkan, Al-An'am Terjemah, Al-An'am mp3, Al-An'am pdf. Ayat 71–75. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








