Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Żālika (ذَٰلِكَ): Merujuk kepada sesuatu yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu pengutusan Rasulullah ﷺ sebagai rasul terakhir.
- Faḍlullāh (فَضْلُ اللَّهِ): Karunia, anugerah, dan kemuliaan dari Allah.
- Yūtīhi (يُؤْتِيهِ): Memberikannya kepada.
- Man yasyā’ (مَن يَشَاءُ): Siapa saja yang dikehendaki-Nya.
- Żul-faḍlil-‘aẓīm (ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ): Pemilik karunia yang agung dan tidak terhingga.
Tafsir Ayat:
Wahai kaum mukminin, ketahuilah bahwa apa yang telah disebutkan sebelumnya—yaitu diutusnya Nabi Muhammad ﷺ sebagai rasul penutup kepada bangsa Arab dan seluruh umat manusia hingga akhir zaman—adalah karunia yang sangat besar dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Karunia ini bukanlah sesuatu yang diperoleh karena usaha atau kelebihan seseorang, melainkan murni anugerah Allah yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya dari kalangan hamba-hamba-Nya yang terpilih.
Allah Ta'ala berfirman: *"Itulah karunia Allah yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki"*—yakni kenabian dan risalah ini adalah pilihan Allah semata. Allah memilih Nabi Muhammad ﷺ karena Dia mengetahui keluhuran akhlaknya, kejujurannya, dan kesiapannya untuk memikul amanah besar ini. Dan Allah tidak hanya memberikan karunia ini kepada Nabi ﷺ saja, tetapi juga kepada umatnya yang beriman, karena mereka menjadi umat terbaik yang dikeluarkan untuk manusia.
Kemudian Allah menutup ayat ini dengan firman-Nya: *"Dan Allah memiliki karunia yang agung"*—artinya, karunia Allah tidak terbatas pada apa yang telah disebutkan saja, tetapi karunia-Nya meliputi segala sesuatu, tidak ada yang dapat menghitungnya, dan tidak ada yang dapat membatasinya. Dari karunia-Nya yang agung itulah Dia mengutus Rasul-Nya ﷺ kepada seluruh umat manusia, sebagai rahmat bagi semesta alam.
Sentuhan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, renungkanlah betapa agungnya nikmat yang Allah berikan kepada kita dengan mengutus Rasulullah ﷺ. Seandainya Allah tidak mengutus beliau, kita akan tetap berada dalam kegelapan jahiliyah, menyembah berhala, dan hidup tanpa petunjuk. Maka sudah sepantasnya kita bersyukur dengan cara beriman kepada beliau, mengikuti sunnahnya, dan menyebarkan ajarannya kepada seluruh umat manusia.
Karunia Allah tidak pernah berhenti. Setiap hari, setiap detik, Allah terus mencurahkan karunia-Nya kepada kita—baik berupa nikmat iman, kesehatan, rezeki, maupun kesempatan untuk beribadah. Maka janganlah kita termasuk orang-orang yang lalai dan tidak pandai bersyukur. Perbanyaklah memohon kepada Allah agar Dia terus melimpahkan karunia-Nya kepada kita, dan jadikanlah diri kita sebagai hamba yang selalu dekat dengan-Nya.
Ingatlah bahwa karunia Allah yang paling agung adalah hidayah Islam dan sunnah Nabi ﷺ. Maka berpegang teguhlah pada keduanya, dan ajaklah orang-orang di sekitar kita untuk merasakan manisnya iman. Karena dengan menyebarkan kebaikan ini, kita turut menjadi bagian dari keberkahan karunia Allah yang agung itu. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur dan istiqamah di jalan-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 2-6 — Al-Jumu'ah
Terjemah — Al-Jumu'ah 4
Surat Al-Jumu'ah Ayat 4 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Demikianlah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah…Surat Ayat 4/11 — Al-Jumu'ah الجمعة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Jumu'ah Dengarkan, Al-Jumu'ah Terjemah, Al-Jumu'ah mp3, Al-Jumu'ah pdf. Ayat 2–6. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








