Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- حُمِّلُوا التَّوْرَاةَ : Dibebani untuk mengamalkan isi Taurat, yaitu diperintahkan untuk membaca, memahami, dan melaksanakan ajarannya.
- لَمْ يَحْمِلُوهَا : Tidak mengamalkannya, tidak melaksanakan isi dan kandungannya.
- أَسْفَارًا : Kitab-kitab besar (bentuk jamak dari *sifr*), yaitu buku-buku atau lembaran-lembaran yang banyak.
Tafsir Ayat:
Allah Ta'ala memberikan perumpamaan yang sangat jelas dan mengena tentang keadaan orang-orang Yahudi yang telah diberi amanah besar berupa kitab Taurat. Mereka dibebani untuk membaca, memahami, dan yang terpenting adalah mengamalkan seluruh isi serta ajaran yang terkandung di dalamnya. Namun sayangnya, mereka justru meninggalkan amanah tersebut dan tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan kepada mereka. Mereka tidak mengambil pelajaran dari kitab suci yang mereka bawa, bahkan mereka mengingkari kebenaran yang ada di dalamnya, termasuk berita tentang kedatangan Nabi Muhammad ﷺ yang disebutkan dalam kitab mereka.
Allah mengumpamakan keadaan mereka dengan seekor keledai yang sedang memikul kitab-kitab besar di punggungnya. Keledai tersebut tidak mengetahui dan tidak memahami apa pun isi kitab yang dipikulnya; ia hanya merasakan beratnya beban tanpa mengambil manfaat sedikit pun darinya. Demikianlah keadaan orang-orang Yahudi itu, mereka membawa Taurat, membacanya, tetapi hati dan akal mereka kosong dari pemahaman dan pengamalan. Mereka tidak mendapatkan manfaat dari kitab tersebut karena mereka tidak mau merenungkan dan mengamalkannya.
Sungguh buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah dan tidak mau mengambil pelajaran darinya. Mereka telah menzalimi diri mereka sendiri dengan menolak kebenaran yang jelas dan memilih kesesatan. Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim, karena kezaliman mereka telah menutup pintu hidayah bagi hati mereka.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Ilmu yang dimiliki tanpa diamalkan bagaikan beban yang tidak bermanfaat, bahkan menjadi hujjah (bukti) yang memberatkan pemiliknya di akhirat kelak. Seorang mukmin yang cerdas adalah ia yang menjadikan setiap ilmu yang dipelajarinya sebagai cahaya untuk mengamalkan kebaikan dan menjauhi larangan Allah.
Marilah kita jadikan Al-Qur'an dan sunnah sebagai pedoman hidup yang benar-benar kita amalkan dalam keseharian, bukan sekadar hiasan di rak buku atau bacaan yang tidak meresap ke dalam jiwa. Betapa banyak di antara kita yang membaca Al-Qur'an setiap hari, namun akhlak dan perilakunya masih jauh dari nilai-nilai Al-Qur'an. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang berilmu dan beramal, serta dijauhkan dari sifat lalai yang dicela dalam ayat ini.
Jadikanlah setiap ayat yang kita baca sebagai motivasi untuk berubah menjadi lebih baik, karena Al-Qur'an diturunkan bukan untuk sekadar dibaca, tetapi untuk direnungkan, dipahami, dan diamalkan. Semoga Allah membimbing kita semua ke jalan yang lurus dan menjauhkan kita dari sifat zalim yang menghalangi datangnya hidayah. Aamiin.
📜 Ayat 3-7 — Al-Jumu'ah
Terjemah — Al-Jumu'ah 5
Surat Ayat 5/11 — Al-Jumu'ah الجمعة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Jumu'ah Dengarkan, Al-Jumu'ah Terjemah, Al-Jumu'ah mp3, Al-Jumu'ah pdf. Ayat 3–7. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








