Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Ṣirāṭ: jalan.
- Tūʿidūn: kalian mengancam dan menakut-nakuti.
- Taṣuddūn: kalian menghalangi.
- Tabghūnahā ʿiwajan: kalian menginginkan agar jalan Allah itu menjadi bengkok (menyimpang).
Tafsir:
Wahai kaum Nabi Syu'aib, janganlah kalian duduk-duduk di setiap jalan untuk mengancam orang-orang yang lewat, menakut-nakuti mereka, dan merampas harta mereka. Jangan pula kalian menghalangi orang-orang yang beriman kepada Allah dari jalan-Nya yang lurus, serta berusaha membuat jalan Allah itu tampak bengkok dan menyimpang agar orang-orang enggan mengikutinya. Ini adalah peringatan keras dari Allah agar kaum tersebut meninggalkan kebiasaan buruk mereka dalam menghadang dakwah dan mengganggu para pengikut kebenaran.
Ingatlah nikmat Allah yang telah diberikan kepada kalian, wahai kaum Syu'aib! Dahulu kalian adalah segelintir orang yang lemah dan sedikit jumlahnya, lalu Allah melipatgandakan jumlah kalian, menjadikan kalian banyak, kuat, dan berkuasa. Maka hendaknya nikmat yang besar ini menjadikan kalian bersyukur dan taat kepada Allah, bukan malah durhaka dan berbuat kerusakan di muka bumi.
Perhatikanlah dan ambillah pelajaran dari bagaimana akhir kehidupan orang-orang yang berbuat kerusakan sebelum kalian, seperti kaum Nabi Luth dan kaum-kaum lainnya yang telah dibinasakan Allah akibat kejahatan dan kedurhakaan mereka. Mereka hancur lebur dan binasa, tidak tersisa sedikit pun. Maka takutlah kalian akan mengalami nasib yang sama jika terus-menerus dalam kemaksiatan dan kerusakan.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku, ayat ini mengajarkan kepada kita sebuah prinsip mulia: jangan pernah menghalangi manusia dari jalan kebaikan dan kebenaran. Betapa banyak orang yang tersesat karena ulah segelintir orang yang sengaja merintangi dakwah, menakut-nakuti orang yang ingin beriman, dan merusak citra agama dengan berbagai syubhat dan kebohongan. Padahal, setiap jiwa yang kita halangi dari hidayah adalah tanggung jawab besar di hadapan Allah.
Ingatlah selalu nikmat Allah yang telah mengangkat kita dari kehinaan menuju kemuliaan, dari sedikit menjadi banyak, dari lemah menjadi kuat. Nikmat-nikmat ini seharusnya menguatkan rasa syukur kita, bukan menjadikan kita sombong dan lupa diri. Lihatlah bagaimana Allah memperlakukan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi — mereka dibinasakan dan dijadikan pelajaran bagi umat-umat setelahnya. Maka jadilah hamba-hamba Allah yang membawa rahmat, bukan kerusakan. Jadilah penunjuk jalan kebaikan, bukan penghalangnya. Semoga Allah memudahkan kita untuk selalu berada di jalan-Nya yang lurus dan menjauhkan kita dari sifat-sifat orang-orang yang merusak.
📜 Ayat 84-88 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 86
Surat Al-A'raf Ayat 86 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan janganlah kamu duduk di tiap-tiap jalan dengan menakut-nakuti dan…Surat Ayat 86/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 84–88. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








