Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- مُشْفِقُونَ (musyfiqun): orang-orang yang merasa takut dan khawatir dengan penuh kewaspadaan, bukan sekadar takut biasa, melainkan rasa takut yang lahir dari kesadaran akan kebesaran Allah dan keadilan-Nya.
Tafsir:
Setelah Allah menyebutkan sifat-sifat orang yang beriman dan beramal saleh, di antaranya mereka yang menjaga salat, menunaikan zakat, dan beriman kepada hari pembalasan, maka pada ayat ini Allah menyebutkan sifat mulia lainnya, yaitu: *"Dan orang-orang yang mereka terhadap azab Tuhannya merasa takut dan khawatir."*
Mereka adalah hamba-hamba pilihan yang hatinya selalu diliputi rasa khawatir terhadap azab Allah, meskipun mereka telah melakukan berbagai amal kebaikan. Mereka tidak pernah merasa aman dari siksa Allah, karena mereka sadar bahwa keselamatan sejati hanya bergantung pada rahmat dan ampunan Allah semata. Rasa takut ini bukanlah ketakutan yang membuat mereka putus asa, melainkan ketakutan yang mendorong mereka untuk semakin taat, semakin dekat kepada Allah, dan semakin bersungguh-sungguh dalam menjauhi larangan-Nya.
Mereka memahami bahwa azab Allah itu nyata dan tidak ada seorang pun yang dapat menjamin dirinya terbebas darinya, kecuali dengan izin dan rahmat Allah. Oleh karena itu, mereka senantiasa bermuhasabah, mengevaluasi diri, dan tidak pernah merasa puas dengan amal ibadah yang telah mereka lakukan. Mereka selalu berdoa, memohon ampunan, dan berlindung kepada Allah dari siksa-Nya.
Sifat ini merupakan buah dari keimanan yang mendalam. Ketika iman seseorang benar-benar tertanam di dalam hati, maka ia akan menyadari betapa agungnya Allah dan betapa dahsyatnya azab-Nya. Kesadaran ini membuatnya hidup dalam keseimbangan antara harapan akan rahmat Allah dan rasa takut akan azab-Nya. Ia tidak terjatuh ke dalam sikap terlalu berani bermaksiat karena merasa aman, dan tidak pula larut dalam keputusasaan karena merasa terlalu berdosa.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, sifat khauf (takut kepada azab Allah) ini adalah tanda kehidupan hati. Hati yang hidup adalah hati yang selalu merasakan kehadiran Allah, yang gemetar ketika nama-Nya disebut, dan yang selalu waspada terhadap perbuatan dosa. Rasa takut ini bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan yang menjauhkan kita dari kemaksiatan dan mendekatkan kita kepada ketaatan.
Renungkanlah, betapa indahnya jika kita memiliki sifat ini. Kita akan senantiasa berhati-hati dalam setiap langkah, menjaga lisan, menjaga pandangan, menjaga perut dari makanan haram, dan menjaga hati dari sifat-sifat tercela. Kita akan berlomba-lomba dalam kebaikan, memperbanyak istigfar, dan tidak pernah meremehkan dosa sekecil apa pun.
Marilah kita berdoa kepada Allah agar dianugerahkan hati yang senantiasa merasa takut kepada azab-Nya, namun tetap penuh harap kepada rahmat-Nya. Karena sesungguhnya, orang yang selamat di akhirat kelak adalah mereka yang hidup di dunia dengan rasa takut yang melahirkan ketaatan, dan harapan yang melahirkan keikhlasan. Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang disebutkan dalam ayat-ayat mulia ini, dan semoga kita semua dijauhkan dari azab-Nya serta dipertemukan dengan rahmat-Nya yang luas. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
📜 Ayat 25-29 — Al-Ma'arij
Terjemah — Al-Ma'arij 27
Surat Al-Ma'arij Ayat 27 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya.Surat Ayat 27/44 — Al-Ma'arij المعارج (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Ma'arij Dengarkan, Al-Ma'arij Terjemah, Al-Ma'arij mp3, Al-Ma'arij pdf. Ayat 25–29. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








