Al-Muddassir · 20/56
Terjemah Transliterasi — Al-Muddassir
ثُمَّ قُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ ۝٢٠
Summa qutila kaifa qaddar
📖 Arti Bahasa Indonesia
kemudian celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan?,
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata:

  • قُتِلَ: Secara bahasa berarti "dibinasakan" atau "dilaknat". Dalam konteks ini, ini adalah doa kecelakaan dan kebinasaan bagi orang yang dimaksud, yaitu Al-Walid bin Al-Mughirah.
  • قَدَّرَ: Berarti "menetapkan" atau "merencanakan", yaitu menyusun perkataan dan alasan untuk menolak kebenaran Al-Qur'an.

Tafsir Ayat:

Setelah Allah menyebutkan bahwa orang kafir itu telah merencanakan dan menyusun strategi untuk menyerang kebenaran Al-Qur'an, ayat ini datang sebagai doa kebinasaan yang kedua kalinya. Allah berfirman: "Kemudian binasalah ia! Bagaimana dia menetapkan (rencana jahatnya)?" Ini adalah pengulangan doa laknat untuk menunjukkan betapa besarnya kebencian Allah terhadap perbuatan mereka dan betapa buruknya rencana yang mereka susun. Pengulangan ini juga menegaskan bahwa orang tersebut benar-benar pantas mendapatkan kehancuran karena kesombongan dan keangkuhannya dalam menolak kebenaran yang sudah jelas.

Ayat ini menggambarkan bagaimana musuh-musuh Islam berusaha mencari-cari kelemahan Al-Qur'an, namun mereka tidak menemukan celah sedikit pun. Mereka hanya bisa berdiri dengan tangan terkunci, tidak mampu membantah keindahan dan kebenaran firman Allah. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita bahwa kebenaran akan selalu menang, dan siapa pun yang menentangnya dengan kesombongan akan menuai kehinaan, baik di dunia maupun di akhirat.


Pesan Dakwah:

Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita tentang kemuliaan Al-Qur'an yang tidak bisa ditandingi oleh siapa pun. Setiap orang yang mencoba merendahkan atau menolak Al-Qur'an dengan alasan apa pun, pada hakikatnya hanya merendahkan dirinya sendiri. Mari kita jadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup, karena di dalamnya terdapat petunjuk yang sempurna untuk kebahagiaan dunia dan akhirat. Jangan pernah ragu terhadap kebenaran Al-Qur'an, sebab Allah sendiri yang menjaganya dari segala bentuk kebatilan. Sungguh beruntung orang-orang yang berpegang teguh pada Al-Qur'an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, karena mereka akan mendapatkan syafaat Al-Qur'an di hari kiamat kelak.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 18-22 — Al-Muddassir

18إِنَّهُ فَكَّرَ وَقَدَّرَ
Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya),
19فَقُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ
maka celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?,
20ثُمَّ قُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ
kemudian celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan?,
21ثُمَّ نَظَرَ
kemudian dia memikirkan,
22ثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَ
sesudah itu dia bermasam muka dan merengut,
Al-MuddassirIndeks Quran
56Ayat
MakkiyahRevelation
20Ayat

Terjemah — Al-Muddassir 20

Surat Al-Muddassir Ayat 20 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : kemudian celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan?,

Surat Ayat 20/56 — Al-Muddassir المدثر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Muddassir Dengarkan, Al-Muddassir Terjemah, Al-Muddassir mp3, Al-Muddassir pdf. Ayat 18–22. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu