Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- لَا أُقْسِمُ (Lā Uqsimu): Allah bersumpah. Huruf "lā" di sini adalah "lā" zaidah (tambahan) untuk menguatkan makna sumpah, bukan untuk menafikan.
- النَّفْسِ اللَّوَّامَةِ (An-Nafsil-Lawwāmah): Jiwa yang banyak mencela dan menyesali dirinya sendiri. Ia adalah jiwa yang senantiasa mengoreksi diri, menyesali keburukan, dan menuntun pemiliknya untuk kembali ke jalan kebaikan.
Tafsir Ayat:
Setelah pada ayat pertama Allah bersumpah dengan hari kiamat, pada ayat yang mulia ini Allah kembali bersumpah dengan menyebut "jiwa yang selalu mencela" (an-nafsil-lawwāmah). Ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan jiwa yang senantiasa sadar dan introspektif ini di sisi Allah.
Jiwa yang dimaksud adalah jiwa seorang mukmin yang bertakwa dan berhati bersih. Ia tidak pernah merasa puas dengan amal ibadahnya, selalu merasa kurang dalam berbuat kebaikan, dan senantiasa menyesali setiap kelalaian serta dosa yang pernah dilakukan. Ketika ia meninggalkan ketaatan, jiwanya mencela; ketika ia terjerumus dalam kemaksiatan, hatinya menyesali dan segera bertobat. Inilah tanda kehidupan hati dan keimanan yang sejati.
Allah bersumpah dengan jiwa yang demikian untuk menegaskan kepastian hari kebangkitan dan pembalasan. Sungguh, manusia akan dibangkitkan dari kuburnya untuk mempertanggungjawabkan segala amal perbuatannya. Maka, wahai saudaraku, jadikanlah jiwamu termasuk jiwa yang selalu mencela kekurangan dirinya, agar engkau senantiasa berada dalam ketaatan dan menjauhi larangan-Nya.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, sifat "jiwa yang mencela" ini adalah anugerah terbesar bagi seorang hamba. Ia adalah kompas spiritual yang menjaga kita tetap di jalan yang lurus. Jika hatimu merasa gelisah saat meninggalkan shalat, merasa sedih saat berbuat dosa, dan merasa rindu untuk beribadah, maka bersyukurlah! Itulah tanda hidupnya iman di dadamu.
Jangan pernah merasa cukup dengan amal ibadahmu, karena surga itu mahal dan perjalanan menuju Allah itu panjang. Teruslah bermuhasabah, perbaiki diri, dan perbanyak istighfar. Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah mereka yang paling banyak menyadari kekurangan dirinya dan paling cepat kembali kepada-Nya. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang memiliki jiwa yang selalu mencela dalam kebaikan, dan mengampuni segala dosa kita. Aamiin.
📜 Ayat 1-4 — Al-Qiyamah
Terjemah — Al-Qiyamah 2
Surat Ayat 2/40 — Al-Qiyamah القيامة (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Qiyamah Dengarkan, Al-Qiyamah Terjemah, Al-Qiyamah mp3, Al-Qiyamah pdf. Ayat 1–4. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








