Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Mā kāna (مَا كَانَ): Tidaklah pantas / tidaklah sepatutnya.
- Yastaghfirū (يَسْتَغْفِرُوا): Memohonkan ampunan.
- Al-Musyrikīn (الْمُشْرِكِينَ): Orang-orang yang mempersekutukan Allah.
- Ulī qurbā (أُولِي قُرْبَى): Kerabat dekat / keluarga terdekat.
- Tabayyana (تَبَيَّنَ): Telah jelas / nyata.
- Aṣḥāb al-jaḥīm (أَصْحَابُ الْجَحِيمِ): Penghuni neraka Jahim (neraka yang menyala-nyala).
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini turun sebagai pelajaran besar bagi Nabi Muhammad ﷺ dan seluruh umatnya. Allah ﷻ menegaskan bahwa tidaklah pantas dan tidaklah dibenarkan bagi Nabi ﷺ dan orang-orang yang beriman untuk memohonkan ampunan bagi orang-orang musyrik, meskipun mereka adalah kerabat dekat sekalipun — ayah, ibu, paman, atau saudara — setelah jelas bagi mereka bahwa orang-orang tersebut mati dalam keadaan syirik dan kekafiran, serta telah dipastikan sebagai penghuni neraka.
Ayat ini mengajarkan kita sebuah prinsip akidah yang sangat penting: kesetiaan dan kecintaan kepada Allah ﷻ harus mengalahkan segala ikatan darah dan kekerabatan. Ketika seseorang telah mati di atas kesyirikan dan kekufuran, maka tidak ada lagi doa ampunan yang bisa dihaturkan untuknya, karena Allah ﷻ telah menetapkan bahwa dosa syirik tidak akan diampuni. Sebagaimana firman-Nya: *"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya"* (QS. An-Nisa: 48), dan juga firman-Nya: *"Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh Allah mengharamkan surga baginya"* (QS. Al-Ma'idah: 72).
Namun perlu digarisbawahi, larangan ini hanya berlaku setelah seseorang mati di atas kesyirikan. Adapun selama mereka masih hidup, kita tetap diperintahkan untuk berbuat baik kepada mereka, berdakwah kepada mereka dengan hikmah dan kasih sayang, serta mendoakan mereka agar diberi hidayah. Inilah keseimbangan yang diajarkan Islam: cinta kepada keluarga tetap ada, tetapi kecintaan kepada Allah dan ketundukan kepada syariat-Nya jauh lebih utama.
Sentuhan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita tentang kemurnian tauhid dan keteguhan prinsip. Betapa agungnya Islam yang mengajarkan umatnya untuk tidak mencampuradukkan kebenaran dengan ikatan emosi semata. Namun di sisi lain, janganlah ayat ini membuat kita berputus asa terhadap kerabat kita yang masih hidup dalam kesyirikan atau kekufuran. Justru sebaliknya, ini adalah momentum bagi kita untuk lebih giat lagi mendoakan mereka selama mereka masih bernyawa, agar Allah ﷻ membukakan hati mereka menuju cahaya iman. Sungguh, hidayah adalah perkara yang sangat berharga — tiada yang mampu memberikannya selain Allah ﷻ. Maka perbanyaklah doa untuk mereka, dekatilah mereka dengan akhlak yang mulia, dan sampaikanlah kebenaran dengan cara yang paling baik. Semoga Allah ﷻ memberikan hidayah kepada siapa saja yang Dia kehendaki, dan semoga kita semua termasuk hamba-hamba-Nya yang istiqamah di atas iman hingga akhir hayat. Aamiin.
📜 Ayat 111-115 — At-Taubah
Terjemah — At-Taubah 113
Surat At-Taubah Ayat 113 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun…Surat Ayat 113/129 — At-Taubah التوبة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: At-Taubah Dengarkan, At-Taubah Terjemah, At-Taubah mp3, At-Taubah pdf. Ayat 111–115. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu







