Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Yatakhallafū: Tertinggal atau tidak ikut serta.
- Yarghabū: Merasa cukup dan memilih kesenangan diri.
- Zhama': Rasa haus yang sangat.
- Nashab: Kelelahan dan kepayahan.
- Makhmasah: Kelaparan yang hebat.
- Yathi'ūna mawthi'an: Menginjakkan kaki di suatu tempat (dalam konteks jihad).
- Yaghīzh al-kuffār: Membuat orang-orang kafir marah dan geram.
- Nailan: Kemenangan atas musuh, baik berupa pembunuhan, penawanan, atau kekalahan mereka.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala menegaskan dalam ayat yang mulia ini bahwa tidaklah pantas dan tidaklah dibenarkan bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badui yang tinggal di sekeliling mereka untuk tertinggal dari Rasulullah ﷺ ketika beliau keluar berjihad di jalan Allah. Mereka juga tidak boleh lebih mencintai keselamatan dan kenyamanan diri mereka sendiri dibandingkan keselamatan dan kenyamanan Rasulullah ﷺ. Sebaliknya, mereka wajib mengorbankan jiwa dan harta mereka demi melindungi dan mendampingi beliau.
Kemudian Allah menjelaskan hikmah dan keutamaan besar di balik perintah ini, yaitu bahwa setiap pengorbanan yang dilakukan di jalan Allah tidak akan pernah sia-sia. Tidak ada rasa haus yang mereka rasakan, tidak ada kelelahan yang mereka alami, tidak ada kelaparan yang menimpa mereka di jalan Allah, tidak ada langkah kaki yang mereka injak yang membuat orang-orang kafir marah, dan tidak ada kemenangan yang mereka raih atas musuh — baik berupa pembunuhan, penawanan, maupun kekalahan — melainkan semua itu dicatat oleh Allah sebagai amal saleh yang akan dibalas dengan pahala yang berlipat ganda.
Sungguh, Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik dengan keikhlasan dan kesungguhan. Setiap tetes keringat, setiap langkah perjuangan, dan setiap pengorbanan sekecil apa pun akan diganjar dengan balasan yang sempurna dan berlimpah.
Renungan dan Hikmah:
Ayat ini mengajarkan kita bahwa perjuangan di jalan Allah bukanlah sesuatu yang merugikan, melainkan investasi terbaik yang akan dipanen di akhirat kelak. Setiap kelelahan, kepayahan, dan pengorbanan yang kita lakukan karena Allah akan dicatat sebagai amal saleh yang bernilai tinggi di sisi-Nya. Ini adalah kabar gembira bagi setiap muslim yang berjuang dengan ikhlas — bahwa Allah Maha Melihat setiap usaha hamba-Nya dan tidak akan pernah menyia-nyiakannya.
Marilah kita meneladani semangat para sahabat yang tidak pernah ragu untuk berkorban demi agama Allah dan demi Rasul-Nya. Mereka memahami bahwa kenikmatan sejati bukanlah pada kenyamanan dunia yang sementara, melainkan pada keridhaan Allah dan pahala yang abadi. Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang berbuat baik dan ikhlas dalam setiap amal perjuangan kita. Aamiin.
📜 Ayat 118-122 — At-Taubah
Terjemah — At-Taubah 120
Surat At-Taubah Ayat 120 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badwi yang…Surat Ayat 120/129 — At-Taubah التوبة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: At-Taubah Dengarkan, At-Taubah Terjemah, At-Taubah mp3, At-Taubah pdf. Ayat 118–122. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu







