Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- الْأَعْرَابِ (al-a'rāb): Orang-orang Arab Badui yang tinggal di pedalaman/desa.
- مَغْرَمًا (maghraman): Kerugian, beban, atau denda yang harus ditanggung.
- يَتَرَبَّصُ (yatarabbashu): Menunggu-nunggu dengan penuh harap.
- الدَّوَائِرَ (ad-dawā'ir): Peristiwa-peristiwa buruk, bencana, dan musibah yang berputar menimpa.
- دَائِرَةُ السَّوْءِ (dā'iratus-sau'): Keburukan dan bencana yang berputar menimpa mereka sendiri.
Tafsir Ayat:
Di antara orang-orang Arab Badui (pedalaman) yang tinggal di sekitar Madinah, ada sebagian yang memiliki sifat munafik. Mereka menganggap harta yang mereka keluarkan untuk infak di jalan Allah sebagai kerugian dan beban yang memberatkan, bukan sebagai amal kebaikan yang akan mendatangkan pahala. Mereka tidak mengharapkan balasan dari Allah atas apa yang mereka infakkan, bahkan mereka hanya mengeluarkannya karena terpaksa, takut, atau sekadar pamer (riya) di hadapan orang lain.
Lebih parah lagi, mereka menunggu-nunggu dengan penuh harap agar kalian wahai kaum mukminin tertimpa musibah dan bencana. Mereka berharap zaman berputar melawan kalian, sehingga kegagalan dan kehancuran menimpa agama Islam dan kaum muslimin. Mereka ingin melihat kalian menderita dan tersingkir.
Namun Allah membalikkan tipu daya mereka. Allah menegaskan bahwa keburukan, bencana, dan kehancuran itulah yang akan berputar menimpa mereka sendiri, bukan menimpa kaum mukminin. Allah Maha Mendengar segala ucapan mereka yang penuh kebencian, dan Maha Mengetahui segala isi hati mereka yang busuk dan penuh kedengkian.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran berharga tentang keikhlasan dalam berinfak. Orang munafik memandang harta yang dikeluarkan sebagai kerugian, karena hatinya tidak terikat kepada Allah. Adapun orang mukmin sejati, ia memandang infaknya sebagai investasi abadi yang akan dipanen di akhirat kelak. Allah berfirman: "Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai terdapat seratus biji" (QS. Al-Baqarah: 261).
Betapa indahnya jika kita menjadi hamba yang ikhlas, yang memberi bukan karena takut atau pamer, tetapi karena cinta kepada Allah dan rindu akan surga-Nya. Setiap rupiah yang kita keluarkan di jalan Allah tidak akan pernah sia-sia. Allah Maha Melihat dan Maha Membalas.
Janganlah kita menjadi seperti mereka yang menunggu keburukan menimpa saudaranya. Sebaliknya, jadilah hamba yang mendoakan kebaikan untuk sesama, karena doa kebaikan untuk saudara kita akan kembali kepada kita juga. Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidaklah seorang muslim mendoakan kebaikan bagi saudaranya tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata: 'Dan untukmu juga kebaikan yang sama'." (HR. Muslim)
Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat munafik dan menjadikan kita hamba yang ikhlas, dermawan, dan penuh kasih sayang terhadap sesama. Aamiin.
📜 Ayat 96-100 — At-Taubah
Terjemah — At-Taubah 98
Surat At-Taubah Ayat 98 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Di antara orang-orang Arab Badwi itu ada orang yang memandang…Surat Ayat 98/129 — At-Taubah التوبة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: At-Taubah Dengarkan, At-Taubah Terjemah, At-Taubah mp3, At-Taubah pdf. Ayat 96–100. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu







