Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Hunalika (هُنَالِكَ): Di tempat itu, yakni pada hari kiamat di hadapan Allah.
- Tablu (تَبْلُو): Menguji, menguji dengan ujian yang nyata; maknanya setiap jiwa akan melihat dan merasakan akibat dari amal perbuatannya.
- Ma aslafat (مَا أَسْلَفَتْ): Apa yang telah diperbuatnya dahulu di dunia, baik berupa kebaikan maupun keburukan.
- Maula (مَوْلَى): Tuhan, Pemilik, dan Penguasa yang mengurus segala urusan hamba-Nya.
- Al-Haqq (الْحَقِّ): Yang Maha Benar, Yang pasti ada dan tidak diragukan keadilan-Nya.
- Dhalla (ضَلَّ): Hilang, lenyap, sirna.
- Yaftarun (يَفْتَرُونَ): Apa yang mereka ada-adakan berupa kebohongan, yaitu menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah dan klaim bahwa berhala-berhala itu dapat memberi syafaat.
Tafsir Ayat:
Pada hari kiamat nanti, di tempat yang agung dan mengerikan itu, setiap jiwa akan diuji dengan apa yang telah ia lakukan di dunia. Ia akan menyaksikan seluruh amalnya—kebaikan maupun keburukan—terpampang jelas di hadapannya, lalu ia akan menerima balasan yang setimpal: jika amalnya baik, maka balasannya baik; jika amalnya buruk, maka balasannya pun buruk. Tidak ada satu pun yang luput dari pemeriksaan itu.
Kemudian, seluruh makhluk dikembalikan kepada Allah—Tuhan mereka yang sebenarnya, Penguasa yang Maha Benar dan Maha Adil dalam menghukum dan memberi ganjaran. Dialah satu-satunya yang berhak mengatur dan memutuskan segala urusan. Pada saat itu, orang-orang yang beriman akan masuk ke dalam surga dengan penuh kebahagiaan, sementara orang-orang yang kafir akan dilemparkan ke dalam neraka dengan penuh penyesalan.
Dan pada hari itu, lenyaplah segala sesuatu yang dahulu mereka sembah dan mereka jadikan sekutu bagi Allah. Berhala-berhala, patung-patung, dan segala sesembahan palsu yang mereka anggap mampu memberi syafaat dan pertolongan—semuanya hilang dan tidak berguna sedikit pun. Mereka sadar bahwa semua itu hanyalah kebohongan yang mereka ada-adakan sendiri di dunia, dan kini tidak ada yang mampu menolong mereka.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku, ayat ini mengingatkan kita bahwa setiap jiwa akan menghadapi hari di mana seluruh amalnya diuji dan diperlihatkan. Tidak ada yang tersembunyi, tidak ada yang bisa disembunyikan. Maka, marilah kita jadikan setiap detik kehidupan ini sebagai ladang amal kebaikan. Jangan pernah menunda taubat, jangan pernah meremehkan dosa kecil, dan jangan pernah berpaling dari Allah—karena hanya kepada-Nya kita akan kembali.
Betapa indahnya jika kita termasuk orang-orang yang pada hari itu menerima catatan amal dengan tangan kanan, tersenyum bahagia karena setiap kebaikan yang pernah kita tanam di dunia. Dan betapa ruginya jika kita termasuk orang-orang yang sesat di dunia, menyembah selain Allah, lalu pada hari kiamat semua sesembahan itu hilang dan tidak memberi manfaat apa pun.
Maka, perbaikilah hubunganmu dengan Allah, ikhlaskan ibadah hanya kepada-Nya, dan perbanyaklah amal saleh. Karena hari itu pasti datang, dan setiap jiwa akan menuai apa yang telah ia tanam. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang bertakwa dan termasuk golongan yang beruntung di akhirat kelak. Aamiin.
📜 Ayat 28-32 — Yunus
Terjemah — Yunus 30
Surat Yunus Ayat 30 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Di tempat itu (padang Mahsyar), tiap-tiap diri merasakan pembalasan dari…Surat Ayat 30/109 — Yunus يونس (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yunus Dengarkan, Yunus Terjemah, Yunus mp3, Yunus pdf. Ayat 28–32. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








