Hud · 63/123
Terjemah Transliterasi — Hud
قَالَ يَا قَوْمِ أَرَأَيْتُمْ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِّن رَّبِّي وَآتَانِي مِنْهُ رَحْمَةً فَمَن يَنصُرُنِي مِنَ اللَّهِ إِنْ عَصَيْتُهُ ۖ فَمَا تَزِيدُونَنِي غَيْرَ تَخْسِيرٍ ۝٦٣
Qaala yaa qawmi ara`aytum in kuntu `alaa baiyinatim mir Rabbee wa aataanee minhu rahmatan famai yansurunee minal laahi in `asaituhoo famaa tazeedoonanee ghaira takhseer
📖 Arti Bahasa Indonesia
Shaleh berkata: "Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan diberi-Nya aku rahmat (kenabian) dari-Nya, maka siapakah yang akan menolong aku dari (azab) Allah jika aku mendurhakai-Nya. Sebab itu kamu tidak menambah apapun kepadaku selain daripada kerugian.
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata:

  • Bayyinah: Bukti yang jelas, hujah yang terang, atau petunjuk yang nyata.
  • Rahmah: Rahmat, yaitu kenabian dan risalah yang Allah berikan.
  • Takhsir: Kerugian, kebinasaan, atau menjauhkan dari kebaikan.

Tafsir Ayat:

Nabi Shalih 'alaihissalam menjawab kaumnya dengan penuh kelembutan dan kebijaksanaan. Beliau berkata: "Wahai kaumku, beritahukanlah kepadaku, jika aku berada di atas bukti yang nyata dari Tuhanku, dan Dia telah memberiku rahmat dari sisi-Nya berupa kenabian dan risalah, lalu aku menyampaikan apa yang diperintahkan-Nya kepadaku, maka siapakah yang dapat menolongku dari azab Allah jika aku mendurhakai-Nya dengan meninggalkan tugas dakwah ini?"

Maksudnya, jika aku berhenti menyampaikan peringatan dan nasihat kepada kalian karena takut akan celaan atau penolakan kalian, maka tidak ada seorang pun yang mampu melindungiku dari siksa Allah. Justru aku akan binasa karena meninggalkan kewajiban yang telah dibebankan kepadaku.

Kemudian beliau menegaskan: "Maka kalian tidak akan menambahiku apa pun selain kerugian." Artinya, perkataan dan penolakan kalian itu tidak akan menambah apa pun bagiku kecuali semakin jelasnya kerugian yang akan menimpa kalian sendiri, bukan menimpaku. Sebab aku tetap berada di atas kebenaran dan petunjuk dari Rabbku, sedangkan kalian berada dalam kesesatan dan kebinasaan.


Pesan Dakwah:

Saudaraku kaum muslimin, lihatlah keteguhan hati para nabi dalam menyampaikan kebenaran! Mereka tidak gentar menghadapi penolakan kaumnya, tidak takut akan celaan, dan tidak pula mundur karena hinaan. Mereka hanya takut kepada Allah semata. Inilah teladan terbaik bagi kita: bahwa seorang mukmin sejati tidak akan rela meninggalkan kebenaran demi menyenangkan manusia, karena yang berhak untuk ditakuti hanyalah Allah Ta'ala.

Ayat ini juga mengajarkan kita bahwa setiap muslim yang berdiri di atas kebenaran tidak akan rugi meskipun seluruh manusia menentangnya. Kerugian yang hakiki adalah ketika seseorang meninggalkan perintah Allah karena takut kepada makhluk. Maka jadilah hamba yang teguh di atas kebenaran, niscaya Allah akan menolongmu dan menjagamu dari segala keburukan.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 61-65 — Hud

61۞ وَإِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا ۚ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ هُوَ أَنشَأَكُم مِّنَ الْأَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا فَاسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ ۚ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُّجِيبٌ
Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya)".
62قَالُوا يَا صَالِحُ قَدْ كُنتَ فِينَا مَرْجُوًّا قَبْلَ هَٰذَا ۖ أَتَنْهَانَا أَن نَّعْبُدَ مَا يَعْبُدُ آبَاؤُنَا وَإِنَّنَا لَفِي شَكٍّ مِّمَّا تَدْعُونَا إِلَيْهِ مُرِيبٍ
Kaum Tsamud berkata: "Hai Shaleh, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan, apakah kamu melarang kami untuk menyembah apa yang disembah oleh bapak-bapak kami? dan sesungguhnya kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami".
63قَالَ يَا قَوْمِ أَرَأَيْتُمْ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِّن رَّبِّي وَآتَانِي مِنْهُ رَحْمَةً فَمَن يَنصُرُنِي مِنَ اللَّهِ إِنْ عَصَيْتُهُ ۖ فَمَا تَزِيدُونَنِي غَيْرَ تَخْسِيرٍ
Shaleh berkata: "Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan diberi-Nya aku rahmat (kenabian) dari-Nya, maka siapakah yang akan menolong aku dari (azab) Allah jika aku mendurhakai-Nya. Sebab itu kamu tidak menambah apapun kepadaku selain daripada kerugian.
64وَيَا قَوْمِ هَٰذِهِ نَاقَةُ اللَّهِ لَكُمْ آيَةً فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِي أَرْضِ اللَّهِ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ قَرِيبٌ
Hai kaumku, inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat (yang menunjukkan kebenaran) untukmu, sebab itu biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun yang akan menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat".
65فَعَقَرُوهَا فَقَالَ تَمَتَّعُوا فِي دَارِكُمْ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ ۖ ذَٰلِكَ وَعْدٌ غَيْرُ مَكْذُوبٍ
Mereka membunuh unta itu, maka berkata Shaleh: "Bersukarialah kamu sekalian di rumahmu selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan".
HudIndeks Quran
123Ayat
MakkiyahRevelation
63Ayat

Terjemah — Hud 63

Surat Hud Ayat 63 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Shaleh berkata: "Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti…

Surat Ayat 63/123 — Hud هود (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Hud Dengarkan, Hud Terjemah, Hud mp3, Hud pdf. Ayat 61–65. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu