Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- لَمْ يَلِدْ (Lam yalid): Tidak beranak, tidak memiliki keturunan.
- وَلَمْ يُولَدْ (Wa lam yulad): Tidak diperanakkan, tidak dilahirkan oleh siapa pun.
Tafsir:
Ayat yang mulia ini merupakan kelanjutan dari sifat-sifat Allah yang agung dalam Surah Al-Ikhlas. Allah Ta'ala berfirman: *"Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan."*
Maknanya sangat jelas dan tegas: Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak memiliki anak, tidak memiliki keturunan, dan tidak pula memiliki ayah atau orang tua. Dia Maha Suci dari segala bentuk hubungan kekeluargaan dan keturunan. Sifat ini menegaskan keesaan Allah dan kesempurnaan-Nya, bahwa Dia adalah Tuhan yang Maha Esa, Maha Kaya, dan tidak membutuhkan siapa pun.
Ayat ini juga membantah secara langsung keyakinan-keyakinan sesat yang mengaku-ngaku bahwa Allah memiliki anak, seperti keyakinan sebagian kaum musyrikin Arab yang mengatakan malaikat adalah anak-anak perempuan Allah, atau keyakinan kaum Nasrani yang mengatakan Nabi Isa 'alaihissalam adalah anak Allah. Maha Suci Allah dari semua itu.
Allah tidak beranak karena Dia Maha Esa dan Maha Sempurna, tidak membutuhkan teman maupun keturunan. Dan Allah tidak diperanakkan karena Dia adalah Yang Maha Awal, tidak ada sesuatu pun sebelum-Nya, dan Dia bersifat Qidam (terdahulu) tanpa permulaan. Dia adalah Pencipta segala sesuatu, bukan makhluk yang diciptakan.
Hikmah dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, renungkanlah keagungan ayat ini! Betapa sempurnanya Allah dari segala kekurangan. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan, karena semua yang beranak dan diperanakkan pasti memiliki sifat kekurangan, membutuhkan yang lain, dan terikat dengan waktu. Sedangkan Allah Maha Suci dari semua itu.
Keyakinan yang lurus tentang Allah ini akan membebaskan jiwa kita dari segala bentuk kesyirikan dan membawa kita kepada ketauhidan yang murni. Ketika kita meyakini bahwa Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan, maka hati kita akan dipenuhi kecintaan yang tulus kepada-Nya, karena kita beribadah kepada Tuhan yang Maha Sempurna, tidak seperti makhluk-Nya.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai benteng akidah kita, dan sebarkan pemahaman yang benar ini kepada keluarga, kerabat, dan masyarakat luas. Dengan mengenal Allah dengan sifat-sifat-Nya yang agung, kita akan semakin dekat kepada-Nya dan semakin mantap dalam beribadah hanya kepada-Nya. Semoga Allah meneguhkan hati kita di atas tauhid yang murni hingga akhir hayat. Aamiin.
📜 Ayat 1-4 — Al-Ikhlas
Terjemah — Al-Ikhlas 3
Surat Al-Ikhlas Ayat 3 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,Surat Ayat 3/4 — Al-Ikhlas الإخلاص (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Ikhlas Dengarkan, Al-Ikhlas Terjemah, Al-Ikhlas mp3, Al-Ikhlas pdf. Ayat 1–4. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








