Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Nafqidu : Kami kehilangan / kami mencari-cari.
- Shuwa'a al-Malik : Gelas atau cawan raja yang digunakan untuk menakar (takaran).
- Himlu ba'ir : Beban seekor unta (sekitar 200-300 kg makanan).
- Za'im : Penjamin / penanggung jawab.
Tafsir:
Ayat ini menggambarkan momen ketika utusan raja dan para pengawalnya mengumumkan kehilangan gelas minuman raja yang juga berfungsi sebagai alat takar. Mereka berkata dengan suara lantang: "Kami kehilangan gelas raja!" Kemudian untuk memancing siapa pun yang menemukannya agar segera mengembalikan, mereka menambahkan: "Dan bagi siapa yang dapat membawanya kembali, kami akan memberinya hadiah berupa beban seekor unta penuh dengan makanan." Lalu penyeru itu menegaskan: "Dan aku sendiri yang menjamin hadiah tersebut akan diberikan kepada siapa pun yang mengembalikannya."
Peristiwa ini terjadi dalam rangkaian kisah Nabi Yusuf 'alaihissalam bersama saudara-saudaranya. Ketika mereka bersiap pulang, Yusuf -yang saat itu menjabat sebagai bendahara kerajaan Mesir- dengan bijak memasukkan gelas raja ke dalam karung saudara kandungnya, Bunyamin, sebagai bagian dari rencana untuk menahan saudaranya tersebut. Pengumuman ini adalah bagian dari skenario yang telah diatur dengan rapi, agar pencarian terkesan wajar dan tidak menimbulkan kecurigaan.
Hikmah dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, dalam kisah ini terdapat pelajaran berharga tentang kebijaksanaan dalam mengatur strategi. Nabi Yusuf 'alaihissalam menggunakan cara yang halus dan tidak menyinggung perasaan untuk mencapai tujuan yang baik, yaitu mempertemukan dirinya dengan saudara kandungnya yang sangat ia rindukan. Ini mengajarkan kita bahwa dalam mencapai tujuan, kita boleh menggunakan cara-cara yang cerdas dan penuh perhitungan selama tidak melanggar syariat.
Kisah ini juga menunjukkan betapa Allah Subhanahu wa Ta'ala Maha Kuasa membolak-balikkan keadaan. Dari seorang pemuda yang dibuang ke sumur, dijual sebagai budak, dan dipenjara, akhirnya Yusuf diangkat menjadi penguasa Mesir yang disegani. Ini adalah bukti nyata bahwa pertolongan Allah pasti datang bagi hamba-Nya yang sabar dan bertawakal.
Marilah kita jadikan kisah ini sebagai penguat keyakinan bahwa setiap kesulitan pasti ada jalan keluarnya. Selama kita berpegang teguh pada agama Allah, menjaga kesabaran, dan tetap berbuat baik di mana pun berada, maka Allah akan mengangkat derajat kita di waktu yang tepat. Sebagaimana Yusuf 'alaihissalam yang tidak pernah putus asa dari rahmat Allah, kita pun hendaknya tidak pernah berputus asa dari pertolongan-Nya.
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang cerdas dalam mengatur urusan dunia namun tetap teguh dalam urusan akhirat. Aamiin.
📜 Ayat 70-74 — Yusuf
Terjemah — Yusuf 72
Surat Yusuf Ayat 72 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Penyeru-penyeru itu berkata: "Kami kehilangan piala raja, dan siapa yang…Surat Ayat 72/111 — Yusuf يوسف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yusuf Dengarkan, Yusuf Terjemah, Yusuf mp3, Yusuf pdf. Ayat 70–74. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








