Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- سُلْطَانُهُ (sulthanuhu): kekuasaan, pengaruh, atau otoritasnya.
- يَتَوَلَّوْنَهُ (yatawallawnahu): menjadikannya sebagai pelindung, penolong, atau mengikutinya dengan patuh.
- مُشْرِكُونَ (musyrikun): orang-orang yang menyekutukan Allah dalam ibadah.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menegaskan batasan kekuasaan dan pengaruh setan atas hamba-hamba Allah. Allah ﷻ memberitahukan bahwa setan tidak memiliki kekuasaan sama sekali atas hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertawakal kepada-Nya. Setan tidak mampu menyesatkan mereka, tidak mampu menguasai hati mereka, dan tidak mampu menjerumuskan mereka ke dalam kesesatan, karena iman yang kokoh dan ketergantungan mereka hanya kepada Allah menjadi perisai yang melindungi mereka dari gangguan setan.
Kekuasaan setan hanyalah terbatas pada dua golongan manusia. Pertama, orang-orang yang menjadikan setan sebagai pelindung dan pemimpin mereka, yaitu orang-orang yang menaati setan, mengikuti bisikannya, dan tunduk kepada ajakannya. Mereka inilah yang dengan sukarela membuka pintu hati mereka bagi setan untuk masuk dan menguasai mereka. Kedua, orang-orang yang karena ketaatan mereka kepada setan akhirnya menjadi musyrik, yaitu orang-orang yang menyekutukan Allah dengan makhluk-Nya, baik dalam ibadah, doa, maupun keyakinan mereka. Mereka mempersembahkan sebagian ibadah mereka kepada selain Allah, seperti berdoa kepada orang-orang saleh yang telah wafat, meminta pertolongan kepada jin, atau menyembah berhala dan sesembahan-sesembahan lainnya.
Dengan demikian, setan hanyalah makhluk yang lemah yang tidak mampu memaksa siapa pun untuk berbuat dosa. Ia hanya bisa membisikkan dan mengajak, tetapi manusia sendirilah yang memilih untuk mendengarkan atau menolaknya. Kekuasaan setan itu sebenarnya adalah kekuasaan yang kita sendiri berikan kepadanya melalui kemauan kita untuk mengikutinya.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini memberikan kabar gembira sekaligus peringatan yang sangat berharga bagi kita. Kabar gembiranya adalah bahwa selama kita beriman dan bertawakal kepada Allah, kita berada dalam perlindungan-Nya yang sempurna. Setan tidak akan mampu menguasai kita, merusak ibadah kita, atau menyesatkan langkah kita. Maka janganlah pernah takut kepada setan, tetapi takutlah kepada Allah semata. Karena orang yang takut kepada Allah, maka Allah akan menjaganya dari segala kejahatan makhluk-Nya, termasuk kejahatan setan yang terkutuk.
Adapun peringatannya, janganlah sekali-kali kita menjadikan setan sebagai pemimpin dengan menuruti hawa nafsu dan bisikannya. Setiap kali kita mendurhakai Allah, sebenarnya kita sedang memberikan kekuasaan kepada setan atas diri kita. Setiap kali kita bermalas-malasan dalam beribadah, setiap kali kita melalaikan shalat, setiap kali kita tenggelam dalam maksiat, di situlah setan semakin berkuasa atas kita.
Maka marilah kita perkuat iman dan ketakwaan kita, perbanyak zikir kepada Allah, dan jadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup kita. Dengan demikian, kita akan termasuk golongan orang-orang yang selamat dari kekuasaan setan, dan kita akan merasakan manisnya iman serta ketenangan hati yang hanya bisa diberikan oleh Allah ﷻ. Semoga Allah melindungi kita semua dari godaan setan yang terkutuk dan menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang bertawakal hanya kepada-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 98-102 — An-Nahl
Terjemah — An-Nahl 100
Surat An-Nahl Ayat 100 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin…Surat Ayat 100/128 — An-Nahl النحل (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nahl Dengarkan, An-Nahl Terjemah, An-Nahl mp3, An-Nahl pdf. Ayat 98–102. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








