Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:
- Sulthān (سُلْطَانٌ): Secara bahasa berarti kekuasaan, otoritas, atau pengaruh yang kuat. Dalam konteks ini, maksudnya adalah kemampuan atau wewenang untuk menguasai, menyesatkan, dan mengendalikan seseorang.
- Yatawakkalūn (يَتَوَكَّلُونَ): Berserah diri sepenuhnya kepada Allah, menjadikan Allah sebagai satu-satunya sandaran dalam segala urusan, serta meyakini bahwa segala hasil hanya bergantung pada kehendak-Nya.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini memberikan kabar gembira yang sangat menenangkan hati bagi setiap orang yang beriman. Allah Ta'ala menegaskan bahwa iblis dan bala tentaranya sama sekali tidak memiliki kekuasaan, pengaruh, atau kemampuan untuk menyesatkan dan menguasai hamba-hamba-Nya yang benar-benar beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka yang hatinya telah dipenuhi cahaya iman, yang menjadikan Allah sebagai satu-satunya tempat bersandar, bertawakal, dan berserah diri dalam setiap langkah kehidupan mereka—maka setan tidak akan mampu menggoyahkan keyakinan mereka, tidak bisa membisikkan keraguan ke dalam dada mereka, dan tidak akan berhasil menjerumuskan mereka ke dalam kemaksiatan.
Mengapa demikian? Karena ketika seorang hamba beriman dan bertawakal kepada Allah, ia senantiasa berlindung kepada Allah dari godaan setan. Ia menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidupnya, dan ia selalu ingat bahwa setan adalah musuh yang nyata. Dengan kekuatan iman dan tawakal yang kokoh, segala bisikan dan tipu daya setan menjadi tidak berarti. Sebagaimana disebutkan dalam sumber-sumber tafsir yang shahih, orang-orang mukmin yang bertawakal tidak akan menuruti perintah setan, tidak menerima was-wasnya, dan perlindungan Allah menjadi benteng yang kokoh bagi mereka.
Namun, perlu kita pahami bersama bahwa kekuasaan setan itu hanya akan berlaku atas golongan tertentu, yaitu mereka yang menjadikan setan sebagai pelindung dan penolongnya, mereka yang menaati bisikan dan ajakannya, serta mereka yang karena ketaatannya kepada setan menjadi orang-orang yang mempersekutukan Allah. Mereka inilah yang mudah dikuasai setan karena mereka sendiri yang membuka pintu bagi setan untuk masuk ke dalam hati mereka.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini adalah sumber ketenangan yang agung bagi setiap muslim. Betapa pun kuatnya tipu daya setan di zaman ini—baik melalui hawa nafsu, syubhat, maupun fitnah dunia yang melimpah—ketahuilah bahwa semua itu tidak akan mampu menembus benteng iman dan tawakal. Maka perkuatlah imanmu dengan ilmu, perbanyaklah dzikir dan istighfar, jaga shalatmu, dan biasakanlah membaca ta'awudz (a'udzu billahi minasy syaithanir rajim) terutama ketika hendak membaca Al-Qur'an atau ketika merasakan bisikan buruk dalam hati.
Jadikanlah Allah satu-satunya sandaranmu. Serahkan segala urusanmu kepada-Nya dengan keyakinan penuh bahwa Dia tidak akan pernah mengecewakan hamba-Nya yang bertawakal. Dengan begitu, hatimu akan tenang, jiwamu akan damai, dan setan akan lari terbirit-birit karena tidak menemukan celah untuk menguasaimu. Sungguh, inilah jalan keselamatan yang hakiki—jalan yang ditempuh oleh para nabi, shiddiqin, syuhada', dan orang-orang shalih. Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan yang beriman dan bertawakal kepada-Nya, serta dijauhkan dari kekuasaan setan yang terkutuk. Aamiin.
📜 Ayat 97-101 — An-Nahl
Terjemah — An-Nahl 99
Surat An-Nahl Ayat 99 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman…Surat Ayat 99/128 — An-Nahl النحل (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nahl Dengarkan, An-Nahl Terjemah, An-Nahl mp3, An-Nahl pdf. Ayat 97–101. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








