Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- يَعْرِفُونَ : Mereka mengetahui dan mengakui.
- نِعْمَتَ اللَّهِ : Nikmat Allah yang telah dilimpahkan.
- يُنكِرُونَهَا : Mereka mengingkarinya, tidak mensyukurinya, bahkan menolaknya.
- الْكَافِرُونَ : Orang-orang yang mengingkari nikmat dan menutupinya.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menggambarkan sebuah ironi yang sangat menyedihkan. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah melimpahkan berbagai nikmat yang tak terhitung jumlahnya kepada mereka—nikmat kehidupan, kesehatan, rezeki, keamanan, dan yang terbesar adalah diutusnya Rasulullah ﷺ sebagai rahmat bagi seluruh alam. Namun, mereka mengetahui dan mengakui nikmat-nikmat itu dengan hati dan akal mereka, tetapi kemudian mereka mengingkarinya dengan perbuatan dan perkataan.
Mereka tidak mensyukuri nikmat Allah, bahkan mereka memalingkan diri dari ajaran yang dibawa oleh Rasulullah ﷺ. Mereka mengingkari kenabian dan risalah beliau, padahal mereka mengenal beliau dengan sebaik-baiknya—mereka mengenalnya sebagai pribadi yang jujur dan amanah (al-Amin) sebelum diutus menjadi rasul. Mereka juga menyaksikan mukjizat-mukjizat yang nyata, namun keangkuhan dan kesombongan mereka menghalangi mereka untuk beriman.
Dan yang lebih menyedihkan lagi, kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang kufur, yaitu orang-orang yang menutup mata hati mereka dari kebenaran. Padahal, jika mereka mau merenungkan, nikmat Allah begitu jelas dan nyata di sekeliling mereka. Langit yang ditinggikan, bumi yang dihamparkan, hujan yang turun, dan tanaman yang tumbuh—semua itu adalah bukti kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.
Renungan dan Nasihat:
Saudaraku, ayat ini mengajak kita untuk merenungkan diri kita sendiri. Betapa sering kita lalai dan lupa mensyukuri nikmat Allah yang begitu melimpah? Kita bangun pagi dalam keadaan sehat, kita bernapas dengan mudah, kita makan dan minum tanpa kesulitan—semua itu adalah nikmat yang sering kita anggap remeh.
Janganlah kita menjadi seperti mereka yang mengetahui nikmat Allah tetapi kemudian mengingkarinya. Syukurilah nikmat Allah dengan hati, dengan lisan, dan dengan perbuatan. Hati kita yakini bahwa semua nikmat datang dari Allah, lisan kita ucapkan "Alhamdulillah", dan perbuatan kita gunakan untuk taat kepada-Nya.
Ingatlah bahwa mensyukuri nikmat bukan hanya dengan ucapan, tetapi juga dengan menggunakan nikmat tersebut di jalan yang diridhai Allah. Jika Allah memberi kita ilmu, gunakanlah untuk beribadah dan menolong sesama. Jika Allah memberi kita harta, gunakanlah untuk bersedekah dan membantu yang membutuhkan. Jika Allah memberi kita kesehatan, gunakanlah untuk beribadah dan berbuat kebaikan.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur, yang mengenal nikmat-Nya dan menggunakannya untuk mendekatkan diri kepada-Nya, bukan untuk mengingkarinya. Aamiin.
📜 Ayat 81-85 — An-Nahl
Terjemah — An-Nahl 83
Surat An-Nahl Ayat 83 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka…Surat Ayat 83/128 — An-Nahl النحل (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nahl Dengarkan, An-Nahl Terjemah, An-Nahl mp3, An-Nahl pdf. Ayat 81–85. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








