Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- يُوحَىٰ إِلَيَّ : Disampaikan wahyu kepadaku.
- يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ : Mengharap pertemuan dengan Tuhannya (yakni hari kebangkitan dan pembalasan).
- عَمَلًا صَالِحًا : Amal yang baik, sesuai tuntunan syariat dan ikhlas karena Allah.
- وَلَا يُشْرِكْ : Tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu pun.
Tafsir Lengkap:
Wahai Nabi Muhammad, sampaikanlah kepada seluruh umat manusia dengan penuh kejujuran dan kerendahan hati: "Sesungguhnya aku hanyalah manusia biasa seperti kalian. Aku tidak memiliki kekuatan gaib, tidak mengetahui hal-hal tersembunyi, dan tidak mampu mendatangkan manfaat atau mudarat bagi diri sendiri maupun orang lain. Namun, Allah Yang Maha Pemurah telah menganugerahkan kepadaku wahyu, dan itulah satu-satunya keistimewaanku. Wahyu itu menegaskan bahwa sesungguhnya Tuhan kalian yang berhak disembah hanyalah Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, tidak ada tandingan, dan tidak ada yang menyerupai-Nya."
Setelah menegaskan keesaan Allah, Allah memberikan petunjuk praktis bagi siapa saja yang benar-benar mengharap pertemuan dengan Rabb-nya kelak di akhirat, yang merindukan rahmat-Nya, dan yang takut akan azab-Nya. Maka hendaklah ia melakukan dua hal secara bersamaan:
Pertama, beramal saleh — yaitu setiap perbuatan baik yang dilandasi keimanan, dilakukan dengan ikhlas karena Allah semata, dan mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ. Amal saleh itu mencakup ibadah ritual seperti salat, puasa, zakat, dan haji, juga mencakup amal sosial seperti menolong sesama, berkata jujur, berbakti kepada orang tua, dan menjaga lingkungan. Amal yang diterima Allah hanyalah yang bersih dari riya dan kepentingan duniawi.
Kedua, tidak mempersekutukan Allah dengan siapa pun dalam beribadah. Ini adalah inti tauhid dan kunci keselamatan. Jangan sampai seseorang beramal banyak namun tercampuri kesyirikan, baik syirik besar seperti menyembah selain Allah, maupun syirik kecil seperti riya (ingin dipuji manusia), sum'ah (ingin didengar orang), atau ujub (bangga diri). Amal yang bercampur syirik akan sia-sia belaka di sisi Allah.
Ayat ini adalah pelajaran terakhir dari Surah Al-Kahf yang sangat agung. Ia mengajarkan bahwa jalan menuju kebahagiaan abadi sangatlah jelas: iman yang benar kepada Allah Yang Esa, dibuktikan dengan amal saleh yang ikhlas, dan dijauhkan dari segala bentuk kesyirikan. Inilah resep sukses dunia dan akhirat yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya yang mencintai-Nya.
Saudaraku, mari kita renungkan: betapa indahnya Islam yang mengajarkan keseimbangan antara keyakinan dan perbuatan. Kita tidak cukup hanya beriman tanpa beramal, dan tidak cukup hanya beramal tanpa keikhlasan. Ketika iman, amal, dan keikhlasan menyatu dalam diri seorang hamba, maka ia akan merasakan manisnya ibadah, tenangnya hati, dan dekatnya dirinya kepada Allah. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang saleh, yang amalnya diterima, dan yang kelak berjumpa dengan-Nya dalam keadaan diridai. Aamiin.
📜 Ayat 108-110 — Al-Kahf
Terjemah — Al-Kahf 110
Surat Al-Kahf Ayat 110 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan…Surat Ayat 110/110 — Al-Kahf الكهف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Kahf Dengarkan, Al-Kahf Terjemah, Al-Kahf mp3, Al-Kahf pdf. Ayat 108–110. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








