Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- لَن تَسْتَطِيعَ (lan tastathi'a): tidak akan sanggup atau mampu.
- صَبْرًا (shabran): kesabaran, yaitu ketabahan hati dalam menghadapi sesuatu yang berat atau tidak menyenangkan.
Tafsir:
Dalam ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan percakapan antara Nabi Musa 'alaihis salam dan Nabi Khidir 'alaihis salam. Ketika Nabi Musa meminta izin untuk mengikuti dan belajar dari Nabi Khidir, maka dengan penuh kelembutan dan kejujuran, Nabi Khidir berkata: *"Sesungguhnya engkau, wahai Musa, tidak akan sanggup bersabar bersamaku."*
Ucapan ini bukanlah bentuk penolakan yang kasar, melainkan sebuah peringatan yang tulus dari seorang guru yang mengetahui bahwa muridnya akan menghadapi ujian yang sangat berat. Nabi Khidir mengetahui bahwa ilmu yang Allah berikan kepadanya adalah ilmu ladunni (ilmu khusus dari sisi Allah) yang berbeda dengan ilmu syariat yang dibawa oleh Nabi Musa. Apa yang akan dilakukan Nabi Khidir kelak — seperti melubangi perahu, membunuh anak kecil, dan menegakkan dinding yang hampir roboh — adalah perbuatan-perbuatan yang secara lahiriah tampak bertentangan dengan syariat, sehingga Nabi Musa yang memiliki ilmu syariat yang luas pasti akan merasa heran dan tidak mampu menahan diri untuk tidak bertanya atau mengingkari.
Nabi Khidir dengan bijaksana menjelaskan bahwa Nabi Musa tidak akan sanggup menyaksikan hal-hal yang tampak aneh dan bertentangan dengan apa yang ia ketahui, karena setiap orang memiliki keterbatasan dalam kesabaran, terlebih ketika melihat sesuatu yang tampak keliru menurut pandangannya.
Hikmah dan Pelajaran:
Ayat ini mengajarkan kepada kita sebuah pelajaran berharga tentang adab dalam menuntut ilmu. Bahwa seorang murid harus memiliki kesabaran yang luar biasa dalam belajar, terutama ketika melihat hal-hal yang belum ia pahami hikmahnya. Terkadang apa yang tampak buruk di mata kita, sesungguhnya mengandung kebaikan yang besar di sisi Allah. Maka dari itu, Islam mengajarkan kita untuk bersabar, bertawakal, dan tidak tergesa-gesa dalam menilai sesuatu sebelum mengetahui hakikatnya.
Saudaraku, betapa indahnya ajaran Islam ini! Ia mengajarkan kita untuk rendah hati dalam mencari ilmu, sabar dalam menghadapi ujian, dan yakin bahwa di balik setiap kejadian ada hikmah yang Allah simpan. Mari kita jadikan kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir ini sebagai cermin, agar kita senantiasa bersabar dalam menuntut ilmu dan tidak mudah berprasangka terhadap ketentuan Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang tidak kita ketahui, dan Dia selalu mengatur segalanya dengan sebaik-baiknya untuk hamba-hamba-Nya yang beriman.
📜 Ayat 65-69 — Al-Kahf
Terjemah — Al-Kahf 67
Surat Al-Kahf Ayat 67 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dia menjawab: "Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersama…Surat Ayat 67/110 — Al-Kahf الكهف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Kahf Dengarkan, Al-Kahf Terjemah, Al-Kahf mp3, Al-Kahf pdf. Ayat 65–69. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








