Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- بَعْدَهَا : setelah kejadian ini (setelah pertanyaan yang kedua kalinya).
- فَلَا تُصَاحِبْنِي : maka janganlah engkau menemaniku lagi, dan berpisahlah denganku.
- مِن لَّدُنِّي : dari sisiku, yakni dari pihakku.
- عُذْرًا : alasan yang jelas dan dapat diterima, sehingga engkau tidak tercela lagi jika meninggalkanku.
Tafsir Ayat:
Dalam ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan perkataan Nabi Musa 'alaihis salam kepada Nabi Khidir 'alaihis salam setelah terjadi dua kali kejadian yang membuat Nabi Musa tidak sabar. Dengan penuh kejujuran dan kerendahan hati, Nabi Musa berkata: "Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu lagi setelah peristiwa ini, maka janganlah engkau menemaniku lagi." Ini adalah pengakuan yang tulus dari seorang nabi yang mulia bahwa dirinya telah melanggar janji dan tidak mampu bersabar terhadap apa yang dilihatnya.
Kemudian beliau menambahkan: "Sungguh, engkau telah sampai pada batas alasan yang jelas dariku." Artinya, Nabi Musa mengakui bahwa Nabi Khidir telah bersikap sangat baik dan telah memberikan peringatan sebelumnya, namun beliau tetap tidak mampu menahan diri. Maka Nabi Musa sendiri yang meminta agar perpisahan itu terjadi jika ia mengulangi kesalahannya lagi. Ini menunjukkan kejujuran, ketawadhu'an, dan akhlak yang sangat luhur dari Nabi Musa 'alaihis salam.
Ayat ini juga mengajarkan kepada kita adab dalam menuntut ilmu: seorang murid hendaknya menghormati gurunya, mengakui keterbatasannya, dan tidak memaksakan diri ketika memang belum mampu memahami sesuatu. Dan seorang guru pun telah melakukan kewajibannya dengan memberikan nasihat dan peringatan yang jelas.
Pelajaran dan Hikmah:
Sungguh indah akhlak para nabi yang tercermin dalam ayat ini! Nabi Musa yang merupakan seorang rasul yang mulia, tidak segan-segan mengakui kekurangannya dan meminta maaf dengan cara yang sangat santun. Ini mengajarkan kita bahwa kesabaran adalah kunci dalam menuntut ilmu, dan bahwa mengakui kesalahan adalah tanda keimanan yang kuat.
Wahai saudaraku, renungkanlah betapa tingginya adab Nabi Musa dalam bergaul dengan gurunya. Beliau tidak marah, tidak membela diri, bahkan beliau sendiri yang menetapkan syarat perpisahan jika ia mengulangi kesalahan. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua: hendaknya kita selalu rendah hati, mudah mengakui kesalahan, dan menghargai orang yang telah berjasa mengajarkan kebaikan kepada kita.
Dan ingatlah, wahai saudaraku, bahwa ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang disertai kesabaran dan keikhlasan. Maka bersungguh-sungguhlah dalam menuntut ilmu, dan janganlah mudah putus asa, karena Allah mencintai hamba-Nya yang tekun dan sabar dalam mencari keridhaan-Nya. Semoga kita semua diberikan kemudahan dalam memahami ilmu agama dan keikhlasan dalam mengamalkannya. Aamiin.
📜 Ayat 74-78 — Al-Kahf
Terjemah — Al-Kahf 76
Surat Al-Kahf Ayat 76 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Musa berkata: "Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu sesudah (kali)…Surat Ayat 76/110 — Al-Kahf الكهف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Kahf Dengarkan, Al-Kahf Terjemah, Al-Kahf mp3, Al-Kahf pdf. Ayat 74–78. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








