Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- اسْتَطْعَمَا : Meminta makanan.
- فَأَبَوْا : Mereka menolak.
- يُضَيِّفُوهُمَا : Menjamu keduanya sebagai tamu.
- جِدَارًا : Dinding/tembok.
- يُرِيدُ أَن يَنقَضَّ : Hampir roboh (condong dan nyaris runtuh).
- فَأَقَامَهُ : Meluruskannya kembali sehingga berdiri tegak.
- أَجْرًا : Upah/imbalan.
Tafsir Ayat:
Keduanya (Nabi Musa dan Nabi Khidir) melanjutkan perjalanan hingga sampailah mereka di sebuah desa. Mereka meminta makanan kepada penduduk desa tersebut sebagai bentuk jamuan tamu, namun penduduk desa itu menolak untuk menjamu mereka—mereka tidak memberikan makanan sama sekali, padahal menjamu tamu adalah akhlak mulia yang dianjurkan.
Di tengah kondisi lapar dan ditolak penduduk desa, keduanya mendapati sebuah dinding yang hampir roboh—condong dan nyaris runtuh. Maka Nabi Khidir memperbaikinya dan meluruskannya hingga berdiri kokoh kembali. Melihat hal itu, Nabi Musa berkata kepadanya, "Jika engkau mau, niscaya engkau dapat mengambil upah atas pekerjaan ini." Maksudnya: kita sedang membutuhkan makanan, dan penduduk desa pun tidak mau menjamu kita, maka alangkah baiknya jika engkau meminta imbalan atas perbaikan dinding ini untuk kita gunakan membeli makanan.
Hikmah dan Pelajaran:
Ayat ini mengajarkan kita tentang keteladanan Nabi Khidir yang ikhlas beramal tanpa mengharap imbalan duniawi, meskipun dalam keadaan membutuhkan. Beliau tidak menjadikan kebaikan sebagai alat untuk mencari keuntungan pribadi, melainkan semata-mata karena perintah Allah dan hikmah yang tersembunyi.
Saudaraku, betapa indahnya akhlak para nabi! Mereka tetap berbuat baik kepada orang-orang yang bahkan tidak mau berbuat baik kepada mereka. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita: janganlah kebaikan kita bergantung pada balasan manusia. Berbuat baiklah karena Allah, niscaya Allah akan membalas dengan balasan yang jauh lebih baik.
Renungkanlah—betapa sabarnya Nabi Musa dan Nabi Khidir menghadapi ujian demi ujian dalam perjalanan mereka. Kesabaran adalah kunci untuk memahami hikmah di balik setiap kejadian. Terkadang kita tidak memahami mengapa sesuatu terjadi, tetapi yakinlah bahwa Allah selalu memiliki rencana terbaik untuk hamba-Nya yang bersabar.
Semoga kita diteladankan untuk menjadi pribadi yang ikhlas, sabar, dan senantiasa berbuat baik meskipun kepada mereka yang tidak berbuat baik kepada kita. Aamiin.
📜 Ayat 75-79 — Al-Kahf
Terjemah — Al-Kahf 77
Surat Al-Kahf Ayat 77 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka keduanya berjalan; hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu…Surat Ayat 77/110 — Al-Kahf الكهف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Kahf Dengarkan, Al-Kahf Terjemah, Al-Kahf mp3, Al-Kahf pdf. Ayat 75–79. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








