Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Muslimaini (مُسْلِمَيْنِ): Dua orang yang berserah diri, tunduk, dan patuh kepada Allah dengan penuh keikhlasan.
- Ummah (أُمَّةً): Sekelompok manusia atau suatu generasi yang menjadi pengikut dan teladan dalam kebaikan.
- Manāsik (مَنَاسِكَنَا): Tata cara ibadah, khususnya ritual haji dan segala syariat agama yang diajarkan.
- Tawwāb (التَّوَّابُ): Maha Penerima taubat, yang senantiasa menerima pertobatan hamba-hamba-Nya.
- Rahīm (الرَّحِيمُ): Maha Penyayang, yang melimpahkan kasih sayang-Nya kepada orang-orang yang beriman.
Tafsir Ayat:
Dalam doa yang penuh kelembutan dan harapan ini, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail 'alaihimassalam memohon kepada Allah dengan kerendahan hati yang mendalam. Mereka meminta agar Allah menjadikan keduanya sebagai hamba-hamba yang berserah diri sepenuhnya kepada-Nya, tunduk pada segala perintah-Nya, dan ikhlas dalam setiap amalan. Permohonan ini bukan karena mereka tidak beriman, tetapi sebagai bentuk permohonan ketetapan hati dan kelanggengan dalam ketaatan, karena seorang mukmin yang sejati tidak pernah merasa aman dari ujian dan selalu memohon keteguhan iman.
Kemudian mereka memohon agar dari keturunan mereka lahir sebuah umat yang juga berserah diri kepada Allah, sebuah generasi yang meneruskan risalah tauhid dan menjadi umat yang taat serta patuh kepada syariat-Nya. Permohonan ini menunjukkan kepedulian seorang ayah terhadap masa depan anak cucunya, bahwa kebahagiaan sejati bukan terletak pada harta atau kedudukan, melainkan pada keimanan dan ketaatan kepada Allah.
Selanjutnya, mereka memohon agar Allah mengajarkan dan memperlihatkan kepada mereka tata cara ibadah, khususnya manasik haji dan segala bentuk ritual yang diridhai-Nya. Ini mengajarkan kepada kita bahwa ibadah tidak boleh dilakukan dengan cara yang dibuat-buat, melainkan harus sesuai dengan tuntunan yang diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
Di penghujung doa, mereka memohon ampunan atas segala kekurangan dan kelalaian dalam beribadah. Mereka mengakui bahwa meskipun telah berusaha, manusia tetap memiliki kelemahan dan keterbatasan. Oleh karena itu, mereka berlindung kepada sifat Allah yang Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang, yang selalu membuka pintu ampunan bagi hamba-hamba-Nya yang kembali kepada-Nya.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, lihatlah bagaimana para nabi yang maksum pun tetap memohon keteguhan iman dan ampunan kepada Allah. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua: jangan pernah merasa cukup dengan amal ibadah kita, dan jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Doa ini mengajarkan kita untuk senantiasa memohon kepada Allah agar diberikan keistiqamahan dalam beragama, keluarga yang saleh, ilmu tentang tata cara ibadah yang benar, serta ampunan atas segala dosa.
Marilah kita jadikan doa ini sebagai wirid harian kita, karena di dalamnya terkandung permohonan yang sangat lengkap untuk kebahagiaan dunia dan akhirat. Allah Maha Mendengar doa hamba-Nya, dan Dia Maha Penerima taubat bagi siapa saja yang kembali kepada-Nya dengan hati yang tulus. Semoga kita semua termasuk dalam golongan hamba-hamba-Nya yang berserah diri, istiqamah di jalan-Nya, dan mendapatkan ampunan serta rahmat-Nya yang tiada batas. Aamiin.
📜 Ayat 126-130 — Al-Baqarah
Terjemah — Al-Baqarah 128
Surat Al-Baqarah Ayat 128 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh…Surat Ayat 128/286 — Al-Baqarah البقرة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Baqarah Dengarkan, Al-Baqarah Terjemah, Al-Baqarah mp3, Al-Baqarah pdf. Ayat 126–130. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








