Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- أَمْ كُنتُمْ شُهَدَاءَ – "Apakah kalian menjadi saksi-saksi" atau "apakah kalian hadir menyaksikan". Maksudnya, apakah orang-orang Yahudi hadir saat peristiwa itu terjadi?
- حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ – "Kematian telah hadir kepada Ya'qub", artinya saat-saat terakhir hidupnya telah tiba.
- مَا تَعْبُدُونَ مِن بَعْدِي – "Apa yang kalian sembah setelah aku (wafat)?" Ini adalah pertanyaan untuk menguji dan meneguhkan akidah anak-anaknya.
- مُسْلِمُونَ – Orang-orang yang berserah diri, tunduk, dan patuh kepada Allah semata.
Tafsir Ayat:
Wahai kaum Yahudi, apakah kalian benar-benar hadir dan menyaksikan ketika Nabi Ya'qub 'alaihissalam menghadapi kematiannya? Tentu saja kalian tidak hadir! Maka mengapa kalian mengaku-ngaku memiliki wasiat atau ajaran tertentu dari beliau?
Ketika maut menjemput Nabi Ya'qub, beliau mengumpulkan anak-anaknya dan bertanya kepada mereka dengan penuh kelembutan dan perhatian, "Apa yang akan kalian sembah setelah aku tiada nanti?" Pertanyaan ini bukan karena beliau ragu, tetapi untuk meneguhkan iman mereka dan menjadikan mereka sebagai saksi atas janji mereka sendiri.
Dengan tegas dan penuh keyakinan, anak-anak Ya'qub menjawab, "Kami akan menyembah Tuhanmu, Tuhan nenek moyangmu: Ibrahim, Ismail, dan Ishaq, yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Dan kami semua berserah diri kepada-Nya." Perhatikanlah, mereka menyebut Ismail sebagai "bapak" meskipun beliau adalah paman mereka, karena dalam tradisi Arab, paman sering disebut sebagai bapak.
Jawaban ini menunjukkan kemurnian tauhid yang diwariskan dari generasi ke generasi. Mereka tidak menyembah berhala, tidak mempersekutukan Allah, dan tidak mengikuti hawa nafsu. Mereka berikrar untuk tetap istiqamah di atas jalan tauhid setelah kepergian ayah mereka.
Sungguh indah wasiat Nabi Ya'qub ini! Beliau tidak mewariskan harta benda yang fana, tetapi mewariskan akidah yang kekal. Beliau tidak menitipkan kekuasaan duniawi, tetapi menitipkan keimanan kepada Allah Yang Maha Esa. Inilah warisan terbaik yang dapat ditinggalkan seorang ayah untuk anak-anaknya.
Wahai saudaraku, mari kita renungkan! Jika Nabi Ya'qub saja begitu perhatiannya terhadap akidah anak-anaknya di saat-saat terakhir hidupnya, maka sudah seharusnya kita pun menanamkan tauhid yang murni kepada keluarga kita. Jangan biarkan anak-anak kita tumbuh tanpa pegangan iman yang kokoh. Ajarkanlah mereka untuk mengenal Allah, mencintai-Nya, dan beribadah hanya kepada-Nya. Karena sesungguhnya, kebahagiaan sejati tidak terletak pada harta atau pangkat, melainkan pada hati yang berserah diri kepada Allah dan lisan yang senantiasa mengucapkan, "Kami adalah orang-orang yang berserah diri kepada-Nya."
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang istiqamah di atas tauhid, sebagaimana keluarga Nabi Ya'qub yang mulia. Aamiin.
📜 Ayat 131-135 — Al-Baqarah
Terjemah — Al-Baqarah 133
Surat Al-Baqarah Ayat 133 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Adakah kamu hadir ketika Ya'qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia…Surat Ayat 133/286 — Al-Baqarah البقرة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Baqarah Dengarkan, Al-Baqarah Terjemah, Al-Baqarah mp3, Al-Baqarah pdf. Ayat 131–135. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








