Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- بَلَىٰ (Bala) — Ya, benar demikian. Kata ini digunakan untuk membenarkan dan menetapkan perkara yang disebutkan sebelumnya.
- كَسَبَ (Kasaba) — Melakukan, mengerjakan, atau memperoleh.
- سَيِّئَةً (Sayyi'ah) — Perbuatan buruk; dalam konteks ini yang dimaksud adalah kekufuran dan kemusyrikan.
- أَحَاطَتْ بِهِ (Aḥāṭat bihī) — Meliputi dan mengepung dari segala penjuru, sehingga tidak ada celah untuk keluar.
- خَطِيئَتُهُ (Khaṭī'atuhū) — Kesalahan dan dosanya; dalam ayat ini merujuk pada perbuatan syirik yang dilakukan hingga akhir hayatnya.
- أَصْحَابُ النَّارِ (Aṣḥābun-Nār) — Penghuni neraka yang tinggal di dalamnya.
- خَالِدُونَ (Khālidūn) — Kekal selama-lamanya, tidak pernah keluar.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala menegaskan dengan firman-Nya: *"Balaa..."* — yakni benar, sungguh demikianlah ketetapan yang pasti. Ini adalah bantahan terhadap anggapan keliru sebagian orang yang menyangka bahwa mereka tidak akan disentuh api neraka kecuali beberapa hari saja, atau bahwa mereka akan selamat dengan sekadar klaim-klaim kosong tanpa amal yang benar.
Ayat ini menegaskan bahwa barangsiapa yang mengerjakan keburukan — dan puncak keburukan itu adalah kesyirikan dan kekufuran kepada Allah — lalu dosa-dosanya itu meliputi dirinya dari segala arah, mengepung hatinya sehingga ia mati di atas kekufuran tersebut, maka merekalah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya, tidak ada jalan keluar dan tidak ada pertolongan.
Perhatikanlah frasa *"wa aḥāṭat bihī khaṭī'atuhū"* — dosanya meliputi dirinya. Ini menggambarkan keadaan seseorang yang tenggelam dalam kemaksiatan hingga iman tidak lagi memiliki tempat di hatinya. Dosa-dosanya bagaikan lingkaran yang menutup semua pintu petunjuk, sehingga ia mati dalam keadaan syirik dan kufur. Inilah kondisi yang paling berbahaya, dan hanya orang-orang yang berpaling dari petunjuk Allah yang akan berakhir demikian.
Adapun orang yang berbuat dosa namun tidak sampai pada tingkat kekufuran, dan ia masih memiliki iman serta bertaubat sebelum ajal menjemput, maka ia berada di bawah kehendak Allah. Jika Allah menghendaki, Dia mengampuninya; dan jika Dia menghendaki, Dia menyiksanya sesuai kadar dosanya, kemudian ia keluar dari neraka karena imannya. Namun dalam ayat ini, Allah secara khusus menyebut mereka yang dosanya telah meliputi seluruh jiwanya — yaitu pelaku kesyirikan yang mati di atasnya — maka mereka kekal di neraka selama-lamanya.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga: janganlah sekali-kali meremehkan dosa, karena dosa yang kecil bila terus dipelihara akan menjadi besar, dan dosa yang besar bila tidak segera dihentikan akan menyeret pelakunya kepada kekufuran. Setan tidak pernah berhenti membisikkan kepada anak Adam, "Lakukanlah dosa ini, nanti kamu akan bertaubat." Namun ajal tidak pernah menunggu taubat seseorang.
Maka marilah kita berlindung kepada Allah dari hati yang keras dan mati di atas kesesatan. Perbanyaklah taubat dan istighfar, jangan menunda-nunda perbaikan diri, dan jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya pintu taubat terbuka selama nyawa masih di tenggorokan. Dan ingatlah, neraka itu nyata, kekekalan di dalamnya pun nyata, sebagaimana surga dan kenikmatannya juga nyata. Maka pilihlah jalan yang mengantarkan kepada surga, dan jauhilah segala yang menghantarkan kepada neraka. Semoga Allah menjaga kita semua dan menutup hidup kita dengan husnul khatimah. Aamiin.
📜 Ayat 79-83 — Al-Baqarah
Terjemah — Al-Baqarah 81
Surat Al-Baqarah Ayat 81 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : (Bukan demikian), yang benar: barangsiapa berbuat dosa dan ia telah…Surat Ayat 81/286 — Al-Baqarah البقرة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Baqarah Dengarkan, Al-Baqarah Terjemah, Al-Baqarah mp3, Al-Baqarah pdf. Ayat 79–83. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








