Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Fīmā taraktu: Terhadap apa yang telah aku tinggalkan, yaitu umur dan amal yang telah aku sia-siakan.
- Kallā: Sekali-kali tidak, mustahil dan tidak akan terkabul.
- Warā'ihim: Di hadapan mereka (setelah kematian).
- Barzakh: Pembatas atau tabir antara dunia dan akhirat, yaitu alam kubur.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menggambarkan keadaan seorang manusia yang tengah menghadapi sakaratul maut. Ketika ajal telah tiba dan ia menyaksikan sendiri kebenaran yang selama ini diingkarinya, serta merasakan penyesalan yang amat dalam atas kelalaiannya di dunia, maka ia pun berteriak memohon: "Ya Tuhanku, kembalikanlah aku ke dunia, agar aku dapat beramal saleh terhadap apa yang telah aku tinggalkan!" Ia berharap diberi kesempatan kedua untuk memperbaiki segala yang telah ia sia-siakan, menunaikan kewajiban yang pernah ia abaikan, dan mengisi sisa umurnya dengan ketaatan.
Namun, Allah Yang Maha Bijaksana menjawab permohonan itu dengan tegas: "Sekali-kali tidak!" Permintaan itu mustahil dikabulkan. Sebab, kesempatan telah berlalu, dan pintu taubat telah tertutup ketika ruh telah sampai di tenggorokan. Allah menjelaskan bahwa ucapan itu hanyalah "perkataan yang ia ucapkan saja" — sekadar kata-kata yang keluar dari lisannya, bukan dari lubuk hati yang benar-benar berubah. Seandainya pun ia dikembalikan ke dunia, ia akan kembali berbuat maksiat sebagaimana sebelumnya. Permintaannya bukanlah buah kejujuran, melainkan hanya kepanikan sesaat di hadapan kematian.
Setelah itu, Allah menegaskan bahwa di hadapan mereka — orang-orang yang telah wafat — terbentang barzakh, yaitu alam kubur yang menjadi pembatas antara dunia dan akhirat. Mereka akan tinggal di sana hingga hari kebangkitan. Tidak ada jalan kembali ke dunia untuk memperbaiki diri, dan tidak ada penangguhan waktu walau sekejap pun.
Hikmah dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini adalah peringatan yang sangat berharga bagi kita yang masih hidup. Janganlah kita menunggu ajal tiba untuk baru menyadari betapa banyaknya waktu yang telah kita sia-siakan. Hari ini, selagi nafas masih berhembus dan pintu taubat masih terbuka lebar, inilah saat terbaik untuk berbenah diri. Jangan biarkan penyesalan datang terlambat, sebab penyesalan di ambang kematian tidak akan pernah diterima.
Marilah kita jadikan setiap detik kehidupan ini sebagai ladang amal saleh. Shalat kita tegakkan, sedekah kita perbanyak, akhlak kita perbaiki, dan hubungan kita dengan Allah serta sesama manusia kita jaga. Ingatlah, dunia ini hanyalah persinggahan sementara, sedangkan akhirat adalah kampung yang kekal. Sungguh beruntung orang yang menggunakan hidupnya untuk bekal perjalanan menuju akhirat, dan merugilah orang yang menyia-nyiakannya hingga datang kematian yang tidak pernah kita ketahui kapan menjemput.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang cerdas, yang senantiasa mempersiapkan bekal terbaik sebelum hari perpisahan dengan dunia ini tiba. Aamiin.
📜 Ayat 98-102 — Al-Mu'minun
Terjemah — Al-Mu'minun 100
Surat Al-Mu'minun Ayat 100 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku…Surat Ayat 100/118 — Al-Mu'minun المؤمنون (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Mu'minun Dengarkan, Al-Mu'minun Terjemah, Al-Mu'minun mp3, Al-Mu'minun pdf. Ayat 98–102. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








