Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- الصُّور (Ash-Shur): Terompet sangkakala yang ditiup oleh Malaikat Israfil.
- الأنساب (Ansaab): Hubungan kekerabatan dan keturunan yang menjadi kebanggaan.
- يتساءلون (Yatasa'alun): Saling bertanya satu sama lain.
Tafsir Ayat:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, bayangkanlah hari yang agung itu, hari ketika Malaikat Israfil meniup sangkakala untuk kedua kalinya sebagai tanda kebangkitan seluruh manusia dari kubur mereka. Pada hari itu, seluruh ikatan duniawi yang selama ini menjadi kebanggaan manusia—baik itu nasab, keturunan, pangkat, harta, maupun kedudukan—akan terputus total dan tidak lagi memiliki arti apa pun.
Di hari yang dahsyat itu, tidak ada lagi seorang pun yang akan berbangga dengan garis keturunannya, sebagaimana mereka lakukan di dunia dengan penuh kesombongan. Tidak ada lagi seorang ayah yang membanggakan anaknya, tidak ada lagi seorang bangsawan yang merasa mulia karena darah birunya. Semua manusia berdiri dalam posisi yang sama di hadapan Allah, tidak ada kelebihan antara satu dengan yang lain kecuali ketakwaan.
Bahkan lebih dari itu, mereka tidak akan saling bertanya satu sama lain. Setiap orang tenggelam dalam urusan dan kepanikan dirinya sendiri. Hati mereka dipenuhi rasa takut yang luar biasa, sehingga tidak ada ruang untuk bertanya tentang keadaan orang lain, bahkan kepada orang tua, anak, atau saudara kandung mereka sendiri. Allah berfirman dalam ayat lain: "Pada hari itu manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya" (QS. Abasa: 34-37).
Saudaraku, inilah hakikat kehidupan dunia yang sering kali kita lupakan. Kita sibuk membanggakan keturunan, gelar, dan harta, padahal semua itu akan sirna dalam sekejap di hadapan kebesaran Allah. Maka jadikanlah hari ini sebagai momentum untuk memperbanyak amal saleh, memperbaiki hubungan dengan Allah, dan memperbanyak taubat. Karena di akhirat nanti, yang menjadi pembeda hanyalah iman dan ketakwaan, bukan nasab atau keturunan.
Semoga Allah memudahkan kita untuk selalu mengingat hari akhir dan mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Aamiin.
📜 Ayat 99-103 — Al-Mu'minun
Terjemah — Al-Mu'minun 101
Surat Al-Mu'minun Ayat 101 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di…Surat Ayat 101/118 — Al-Mu'minun المؤمنون (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Mu'minun Dengarkan, Al-Mu'minun Terjemah, Al-Mu'minun mp3, Al-Mu'minun pdf. Ayat 99–103. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








