Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- بَلْ (Bahkan): Kata ini menunjukkan sanggahan terhadap keadaan sebelumnya, yakni mereka tidak mengambil pelajaran dari tanda-tanda kekuasaan Allah, bahkan mereka malah mengingkarinya.
- مِثْلَ مَا قَالَ الْأَوَّلُونَ (seperti apa yang dikatakan orang-orang terdahulu): Yakni perkataan yang sama dengan ucapan umat-umat kafir sebelum mereka, seperti kaum 'Ad, Tsamud, dan lainnya yang mengingkari hari kebangkitan.
Tafsir:
Ayat yang mulia ini menggambarkan sikap keras kepala orang-orang kafir Quraisy dan setiap orang yang mengingkari risalah para nabi. Setelah Allah Subhanahu wa Ta'ala memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan-Nya yang agung di alam semesta, di dalam diri mereka, dan dalam wahyu yang diturunkan, mereka tetap saja tidak mau berfikir dan merenung. Bahkan mereka justru mengulangi perkataan-perkataan yang pernah diucapkan oleh orang-orang kafir terdahulu sebelum mereka, seperti kaum 'Ad, Tsamud, dan Firaun.
Mereka tidak mampu mendatangkan argumentasi baru, tidak pula memiliki alasan yang masuk akal. Yang mereka lakukan hanyalah meniru-niru nenek moyang mereka dalam kekufuran dan keingkaran, tanpa mau melihat bukti-bukti kebenaran yang terbentang jelas di hadapan mereka. Ini menunjukkan bahwa keingkaran mereka bukanlah karena kurangnya bukti, melainkan karena kesombongan dan keengganan untuk tunduk kepada kebenaran.
Sungguh, sikap seperti ini adalah warisan buruk yang diwariskan dari generasi ke generasi. Mereka menutup mata dari ayat-ayat Allah yang berbicara tentang kekuasaan-Nya membangkitkan manusia dari kubur, seolah-olah mereka tidak mendengar sama sekali. Padahal Allah telah menunjukkan kepada mereka bagaimana Dia menciptakan langit dan bumi, menurunkan hujan dari awan, dan menghidupkan tanah yang mati — semua itu adalah bukti nyata bahwa Allah Maha Kuasa untuk menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran berharga: janganlah kita menjadi orang yang sekadar mengikuti tradisi dan perkataan nenek moyang tanpa mau berfikir dan merenungkan kebenaran. Islam datang untuk membebaskan akal dan hati manusia dari belenggu taklid buta. Allah memerintahkan kita untuk menggunakan akal, merenungkan ayat-ayat-Nya, dan mencari kebenaran dengan hati yang jujur.
Ketika kita melihat keindahan alam semesta, keteraturan langit dan bumi, serta keajaiban penciptaan diri kita sendiri, semua itu adalah undangan lembut dari Allah agar kita mengenal-Nya dan tunduk kepada-Nya. Jangan biarkan diri kita terperangkap dalam sikap meniru tanpa ilmu, karena itu akan menjauhkan kita dari rahmat Allah. Sebaliknya, jadilah hamba yang cerdas, yang selalu bertanya, merenung, dan mencari kebenaran dengan hati yang terbuka. Karena kebenaran itu jelas dan terang, dan Allah selalu membimbing hamba-Nya yang ikhlas mencarinya menuju jalan yang lurus.
📜 Ayat 79-83 — Al-Mu'minun
Terjemah — Al-Mu'minun 81
Surat Al-Mu'minun Ayat 81 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sebenarnya mereka mengucapkan perkataan yang serupa dengan perkataan yang diucapkan…Surat Ayat 81/118 — Al-Mu'minun المؤمنون (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Mu'minun Dengarkan, Al-Mu'minun Terjemah, Al-Mu'minun mp3, Al-Mu'minun pdf. Ayat 79–83. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








