Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Qabadhnaahu (قَبَضْنَاهُ): Kami menarik dan menghilangkan secara beransur-ansur.
- Qabadhan yasiiraa (قَبْضًا يَسِيرًا): Penarikan yang perlahan, sedikit demi sedikit, tidak sekaligus.
Tafsir:
Setelah Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebutkan tentang nikmat-Nya yang agung berupa bayang-bayang yang membentang, kini Allah melanjutkan dengan menjelaskan bagaimana Dia mengatur pergantian siang dan malam dengan penuh hikmah. Allah berfirman: *"Kemudian Kami tarik bayang-bayang itu kepada Kami dengan penarikan yang perlahan-lahan."*
Maksudnya, ketika matahari mulai terbit dan meninggi, bayang-bayang yang tadinya panjang dan membentang itu mulai menyusut sedikit demi sedikit. Allah menariknya secara bertahap, tidak sekaligus, sehingga manusia dapat merasakan kesejukan di pagi hari, kemudian berangsur-angsur menjadi hangat, hingga akhirnya panas di siang hari. Ini adalah pengaturan yang sangat halus dan penuh kasih sayang dari Allah kepada hamba-hamba-Nya.
Perhatikanlah, wahai saudaraku! Jika bayang-bayang itu hilang sekaligus seketika matahari terbit, tentu manusia akan merasakan perubahan suhu yang sangat ekstrem dan menyakitkan. Tetapi Allah dengan kebijaksanaan-Nya menjadikan proses ini berjalan perlahan, sehingga tubuh manusia dapat beradaptasi dengan baik. Ini semua adalah bukti kekuasaan Allah dan rahmat-Nya yang tiada tara.
Bayangkanlah, setiap pagi engkau menyaksikan bayang-bayang yang memanjang, lalu perlahan-lahan memendek seiring meningginya matahari. Siapakah yang mengatur semua ini? Siapakah yang menjadikan matahari sebagai sebab menyusutnya bayang-bayang itu? Tidak lain adalah Allah, Rabb semesta alam. Maka, sudah sepantasnya kita merenungkan kebesaran-Nya dan bersyukur atas segala nikmat yang tiada henti tercurah kepada kita.
Ayat ini juga mengajarkan kepada kita bahwa segala sesuatu di alam semesta ini berjalan dengan ketentuan dan ukuran yang sangat presisi dari Allah. Tidak ada yang terjadi secara kebetulan. Semua adalah bukti keesaan Allah dan bahwa hanya Dia-lah yang berhak disembah. Maka, marilah kita jadikan perenungan terhadap alam ini sebagai sarana untuk semakin dekat kepada Allah, semakin cinta kepada-Nya, dan semakin taat dalam menjalankan perintah-perintah-Nya. Sungguh, orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila melihat tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta, mereka segera mengingat Allah dan bertasbih memuji-Nya.
📜 Ayat 44-48 — Al-Furqan
Terjemah — Al-Furqan 46
Surat Ayat 46/77 — Al-Furqan الفرقان (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Furqan Dengarkan, Al-Furqan Terjemah, Al-Furqan mp3, Al-Furqan pdf. Ayat 44–48. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








