Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- ذُكِّرُوا (dzuukkiruu): diingatkan, dinasihati, diberi pelajaran.
- آيَاتِ رَبِّهِمْ (aayaati rabbihim): tanda-tanda kebesaran Allah, baik yang berupa ayat-ayat Al-Qur'an maupun tanda-tanda kekuasaan-Nya di alam semesta.
- لَمْ يَخِرُّوا عَلَيْهَا (lam yakhirruu 'alaihaa): mereka tidak jatuh/tergelincir di atasnya; maknanya mereka tidak berpaling darinya.
- صُمًّا وَعُمْيَانًا (shumman wa 'umyaanan): dalam keadaan tuli dan buta, yakni tidak mau mendengar dan tidak mau melihat kebenaran.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menggambarkan salah satu sifat agung dari hamba-hamba Allah yang beriman dan menjadi kekasih-Nya. Mereka adalah orang-orang yang apabila diingatkan, dinasihati, atau diajak merenungkan ayat-ayat Allah—baik yang dibacakan dari Al-Qur'an maupun yang tampak jelas di alam semesta ini—mereka tidak bersikap seperti orang tuli yang tidak mendengar dan orang buta yang tidak melihat. Mereka tidak berpaling dengan sombong, tidak menutup telinga, dan tidak memalingkan pandangan dari kebenaran.
Sebaliknya, hati mereka terbuka lebar menerima nasihat itu. Telinga mereka mendengarkan dengan penuh perhatian, mata mereka merenungkan dengan penuh kesadaran, dan jiwa mereka tunduk patuh kepada kebenaran yang disampaikan. Mereka tidak hanya mendengar di telinga, tetapi meresap ke dalam hati, lalu melahirkan ketundukan dan kepatuhan kepada Allah. Bahkan, ketika ayat-ayat Allah dibacakan kepada mereka, mereka segera bersujud dan merendahkan diri di hadapan kebesaran-Nya, sebagai wujud penghormatan dan kecintaan mereka kepada Rabb semesta alam.
Inilah perbedaan yang sangat jelas antara orang beriman dan orang munafik. Orang munafik apabila disebutkan ayat-ayat Allah, mereka berpaling seolah-olah tidak mendengar, karena hati mereka telah mati. Adapun orang beriman, ayat-ayat Allah justru menambah keimanan dan ketakwaan mereka, membuat hati mereka bergetar dan jiwa mereka semakin dekat kepada Allah.
Hikmah dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah adab yang sangat mulia dalam menyikapi Al-Qur'an dan nasihat-nasihat kebaikan. Betapa banyak di antara kita yang mendengar ayat-ayat suci dibacakan, namun hati dan telinganya tertutup, seakan-akan tidak mendengar apa-apa. Padahal, Al-Qur'an ini adalah petunjuk yang paling agung, obat bagi segala penyakit hati, dan cahaya yang menerangi kegelapan hidup.
Maka jadilah hamba-hamba Allah yang disebut dalam ayat ini. Jadilah pribadi yang hatinya selalu haus akan nasihat, telinganya selalu siap mendengar kebenaran, dan matanya selalu terbuka untuk melihat tanda-tanda kebesaran Allah. Jangan biarkan kita termasuk golongan yang disebut Allah dalam firman-Nya: "Dan di antara mereka ada yang mendengarkan bacaanmu, tetapi Kami letakkan tutupan di hati mereka dan sumbatan di telinga mereka" (QS. Al-Isra': 46).
Marilah kita biasakan diri untuk mendengarkan Al-Qur'an dengan penuh penghayatan, merenungkan maknanya, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Karena sesungguhnya, Al-Qur'an ini adalah undangan cinta dari Allah kepada hamba-Nya. Barangsiapa yang membuka hatinya untuk menerima undangan ini, maka ia akan merasakan manisnya iman dan kedamaian yang tiada tara. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang apabila diingatkan dengan ayat-ayat-Nya, hati kita menjadi lunak, air mata kita mengalir karena takut dan cinta kepada-Nya, dan kita senantiasa berada dalam naungan rahmat-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 71-75 — Al-Furqan
Terjemah — Al-Furqan 73
Surat Al-Furqan Ayat 73 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka,…Surat Ayat 73/77 — Al-Furqan الفرقان (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Furqan Dengarkan, Al-Furqan Terjemah, Al-Furqan mp3, Al-Furqan pdf. Ayat 71–75. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








