Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- لَآيَةً (laayat): tanda kekuasaan Allah yang menunjukkan kebenaran, pelajaran, dan bukti yang jelas.
- أَكْثَرُهُم (aktsaruhum): kebanyakan mereka, yakni kaum Nabi Ibrahim yang mendengar kisah tersebut.
Tafsir Ayat:
Sungguh, di dalam kisah Nabi Ibrahim 'alaihissalam yang telah disebutkan—mulai dari dakwahnya kepada kaumnya, perdebatan beliau dengan mereka tentang penyembahan berhala, hingga azab yang menimpa orang-orang yang mendustakan—terdapat pelajaran yang sangat besar bagi siapa saja yang mau merenungkan dan mengambil ibrah. Kisah ini menunjukkan kekuasaan Allah dalam membela para nabi-Nya dan menghancurkan orang-orang yang sombong lagi ingkar.
Namun demikian, kebanyakan dari kaum Nabi Ibrahim tidak juga beriman kepada beliau dan tidak mau menerima kebenaran yang dibawanya. Mereka tetap berada dalam kesesatan dan kekufuran, karena hati mereka telah tertutup oleh kesombongan dan kecintaan yang berlebihan terhadap warisan nenek moyang mereka.
Ayat ini juga menegaskan bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah Maha Perkasa lagi Maha Kuasa untuk membalas orang-orang yang mendustakan rasul-rasul-Nya, dan Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Maka bagi orang-orang yang berakal, sudah sepantasnya mereka menjadikan kisah ini sebagai pelajaran agar tidak mengikuti jejak orang-orang yang celaka, dan segera beriman sebelum datang azab yang tidak dapat ditolak.
Renungan dan Nasihat:
Saudaraku yang dirahmati Allah, betapa banyak kisah-kisah dalam Al-Qur'an yang Allah abadikan untuk kita, bukan sekadar cerita sejarah, melainkan pelajaran hidup yang sarat makna. Ketika kita membaca kisah para nabi dan umat-umat terdahulu, sesungguhnya Allah sedang berbicara kepada kita: "Lihatlah, bagaimana Aku memperlakukan hamba-hamba-Ku yang taat dan bagaimana Aku menghancurkan orang-orang yang durhaka."
Ayat ini mengajak kita untuk senantiasa membuka hati dan pikiran terhadap tanda-tanda kebesaran Allah. Setiap kisah dalam Al-Qur'an adalah cahaya yang menerangi jalan kita menuju kebenaran. Jangan biarkan hati kita menjadi keras seperti kaum Nabi Ibrahim yang tidak mau beriman meskipun telah melihat bukti-bukti yang nyata.
Marilah kita jadikan Al-Qur'an sebagai petunjuk hidup, merenungkan setiap ayatnya, dan mengambil pelajaran darinya. Karena sesungguhnya kebahagiaan dunia dan akhirat terletak pada keimanan yang kokoh dan ketaatan kepada Allah serta Rasul-Nya. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang beriman dan istiqamah di atas kebenaran. Aamiin.
📜 Ayat 101-105 — Asy-Syu'ara
Terjemah — Asy-Syu'ara 103
Surat Asy-Syu'ara Ayat 103 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah),…Surat Ayat 103/227 — Asy-Syu'ara الشعراء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Asy-Syu'ara Dengarkan, Asy-Syu'ara Terjemah, Asy-Syu'ara mp3, Asy-Syu'ara pdf. Ayat 101–105. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








