Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Dzambun (ذَنبٌ): dosa atau kesalahan. Dalam konteks ini, yang dimaksud adalah perbuatan Musa yang telah membunuh seorang pria dari kalangan kaum Fir'aun (orang Qibthi) secara tidak sengaja.
- Fakhaafu (فَأَخَافُ): maka aku takut. Rasa takut ini adalah rasa takut yang wajar sebagai manusia, bukan karena kurang yakin kepada pertolongan Allah.
Tafsir Ayat:
Dalam ayat yang mulia ini, Nabi Musa 'alaihissalam menyampaikan kepada Rabb-nya sebuah kekhawatiran yang sangat manusiawi. Beliau berkata: "Wahai Rabb-ku, sesungguhnya mereka (kaum Fir'aun) memiliki tuntutan dosa atasku, yaitu peristiwa terbunuhnya seorang pria dari kalangan mereka (bangsa Qibthi) yang terjadi karena ketidaksengajaanku saat aku membela seorang yang teraniaya dari kalangan Bani Israil. Maka aku khawatir mereka akan membalas dan membunuhku karena peristiwa itu."
Kekhawatiran ini bukanlah bentuk keraguan terhadap kemampuan Allah atau keengganan untuk melaksanakan perintah-Nya. Justru sebaliknya, ini adalah bentuk kesungguhan dan kehati-hatian Nabi Musa dalam menjalankan tugas besar yang akan diembannya, yaitu menyampaikan risalah kenabian kepada manusia yang paling zalim di zamannya. Beliau khawatir jika beliau terbunuh sebelum menyampaikan risalah, maka tugas suci itu akan terhambat. Maka beliau memohon kepada Allah agar mengutus saudaranya, Nabi Harun, sebagai pembantu dan pendampingnya dalam menyampaikan dakwah.
Ini menunjukkan kepada kita betapa agungnya tanggung jawab seorang dai dan betapa pentingnya persiapan dalam berdakwah. Nabi Musa tidak serta-merta terjun tanpa perhitungan, tetapi beliau mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang, termasuk memohon pendamping yang akan membantunya.
Hikmah dan Pelajaran:
Saudaraku, perhatikanlah bagaimana Allah Subhanahu wa Ta'ala menceritakan kisah ini kepada kita dalam Al-Qur'an. Ini bukan sekadar cerita sejarah, melainkan pelajaran hidup yang sangat berharga. Ketika kita hendak melakukan kebaikan yang besar, janganlah kita merasa sombong atau menganggap enteng tantangan. Sebaliknya, kita harus bersungguh-sungguh, berdoa, dan memohon pertolongan Allah serta mempersiapkan segala sarana yang diperlukan.
Kisah ini juga mengajarkan kita bahwa rasa takut dan khawatir adalah fitrah manusia yang tidak tercela selama tidak menghalangi ketaatan kepada Allah. Nabi Musa tetap melaksanakan perintah Allah meskipun beliau memiliki kekhawatiran. Beliau menyampaikan kekhawatirannya kepada Allah dalam doa yang indah, dan Allah pun mengabulkan permohonannya dengan mengutus Nabi Harun sebagai pendampingnya.
Betapa indahnya Islam yang mengajarkan kita untuk selalu berdoa dan bersandar kepada Allah dalam setiap urusan, sambil tetap berusaha dan mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Semoga kita semua diberikan keteguhan hati seperti Nabi Musa dalam menegakkan kebenaran, dan semoga Allah selalu membimbing langkah kita menuju keridhaan-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 12-16 — Asy-Syu'ara
Terjemah — Asy-Syu'ara 14
Surat Asy-Syu'ara Ayat 14 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan aku berdosa terhadap mereka, maka aku takut mereka akan…Surat Ayat 14/227 — Asy-Syu'ara الشعراء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Asy-Syu'ara Dengarkan, Asy-Syu'ara Terjemah, Asy-Syu'ara mp3, Asy-Syu'ara pdf. Ayat 12–16. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








