Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Yadhīqu ṣadrī (يَضِيقُ صَدْرِي): Dadaku terasa sempit karena kesedihan dan kekhawatiran yang berat.
- Lā yanṭaliqu lisānī (لَا يَنطَلِقُ لِسَانِي): Lisanku tidak lancar berbicara, yaitu adanya kekakuan atau hambatan dalam berbicara (sebagaimana yang dialami Nabi Musa 'alaihissalām).
- Fa arsil ilā hārūn (فَأَرْسِلْ إِلَىٰ هَارُونَ): Maka utuslah (wahyu atau perintah) kepada saudaraku, Harun.
Tafsir Lengkap:
Dalam ayat yang mulia ini, kita menyaksikan untaian doa dan permohonan seorang nabi yang agung, Nabi Musa 'alaihissalām, ketika Allah memerintahkannya untuk menghadapi Fir'aun yang sangat zalim. Beliau mengutarakan kekhawatiran yang sangat manusiawi, namun tetap dalam bingkai adab yang tinggi kepada Allah.
Nabi Musa berkata: "Wahai Rabbku, sungguh aku khawatir mereka akan mendustakan risalah yang Engkau bebankan kepadaku. Kekhawatiran ini membuat dadaku terasa sempit, penuh gundah dan sedih karena membayangkan betapa beratnya tugas ini. Ditambah lagi, lisanku tidak lancar untuk berbicara karena ada hambatan sejak dahulu, sehingga aku khawatir tidak mampu menyampaikan pesan-Mu dengan sempurna di hadapan mereka yang keras kepala."
Kemudian beliau memohon dengan sangat rendah hati: "Maka utuslah wahyu-Mu kepada saudaraku, Harun, agar ia menjadi teman dan penolongku. Ia memiliki kemampuan berbicara yang fasih dan akan membantuku dalam menyampaikan risalah-Mu. Bersamanya, aku merasa lebih kuat dan lebih siap menghadapi tugas yang berat ini."
Ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga: bahwa seorang hamba yang paling mulia sekalipun tetap merasakan kelemahan dan keterbatasan dirinya. Namun, kelemahan itu tidak membuatnya lari dari tanggung jawab, melainkan justru mendorongnya untuk semakin dekat kepada Allah dan memohon pertolongan-Nya. Ini adalah teladan indah bagi kita semua—bahwa meminta bantuan dan dukungan dalam kebaikan bukanlah sebuah kelemahan, melainkan bagian dari kebijaksanaan dan kepasrahan kepada Allah.
Saudaraku, perhatikanlah bagaimana Nabi Musa tidak meminta agar tugas itu dihapuskan, tetapi ia meminta sarana untuk menunaikannya dengan baik. Begitu pula dalam hidup kita, ketika menghadapi ujian dakwah atau tantangan kehidupan, mari kita teladani sikap ini: jangan pernah berputus asa, tetapi perbanyaklah doa dan mohonlah kepada Allah agar diberikan kemudahan, kekuatan, serta orang-orang yang dapat membantu kita dalam kebaikan. Sungguh, Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan doa hamba-hamba-Nya yang tulus.
📜 Ayat 11-15 — Asy-Syu'ara
Terjemah — Asy-Syu'ara 13
Surat Asy-Syu'ara Ayat 13 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan (karenanya) sempitlah dadaku dan tidak lancar lidahku maka utuslah…Surat Ayat 13/227 — Asy-Syu'ara الشعراء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Asy-Syu'ara Dengarkan, Asy-Syu'ara Terjemah, Asy-Syu'ara mp3, Asy-Syu'ara pdf. Ayat 11–15. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








