Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Sulit:
- الْمَلَأُ: Para pembesar dan pemuka kaum yang menjadi tempat bermusyawarah.
- أَفْتُونِي: Berilah aku pendapat dan nasihat yang tepat.
- قَاطِعَةً: Pemutus atau penetap sesuatu secara final.
- تَشْهَدُونِ: Kalian hadir dan menyaksikan (memberikan pandangan).
Tafsir Ayat:
Dalam ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengisahkan kepada kita tentang Ratu Balqis, seorang pemimpin wanita yang cerdas dan bijaksana dari negeri Saba'. Ketika surat Nabi Sulaiman 'alaihis salam sampai kepadanya, beliau tidak serta-merta mengambil keputusan sendiri. Beliau mengumpulkan para pembesar dan pemuka kaumnya, lalu berkata dengan penuh kehormatan: "Wahai para pembesar dan pemuka kaumku, berikanlah aku pandangan dan nasihat kalian dalam urusan yang penting ini. Aku tidak akan memutuskan suatu perkara secara final tanpa kehadiran dan musyawarah kalian."
Sikap ini menunjukkan kebijaksanaan luar biasa seorang pemimpin. Beliau tidak otoriter dalam mengambil keputusan, melainkan menghargai pendapat para penasihatnya. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua, bahwa dalam urusan yang penting, bermusyawarah dan meminta pendapat orang-orang yang berilmu dan berpengalaman adalah langkah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Allah Subhanahu wa Ta'ala sendiri berfirman: *"Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu."* (QS. Ali Imran: 159).
Perhatikanlah bagaimana Ratu Balqis menyikapi surat Nabi Sulaiman. Beliau tidak terburu-buru, tidak emosional, dan tidak pula meremehkan. Beliau justru melibatkan seluruh elemen masyarakatnya dalam mengambil keputusan. Ini mengajarkan kita tentang pentingnya musyawarah dalam menyelesaikan masalah, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, maupun negara.
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini juga mengingatkan kita bahwa keputusan yang diambil secara tergesa-gesa tanpa pertimbangan yang matang seringkali berujung pada penyesalan. Sebaliknya, keputusan yang lahir dari musyawarah dan meminta nasihat para ahli akan membawa keberkahan dan kebaikan. Mari kita teladani sikap mulia ini dalam kehidupan kita sehari-hari, karena Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang saling menasihati dalam kebaikan dan bermusyawarah dalam urusan yang penting.
📜 Ayat 30-34 — An-Naml
Terjemah — An-Naml 32
Surat An-Naml Ayat 32 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Berkata dia (Balqis): "Hai para pembesar berilah aku pertimbangan dalam…Surat Ayat 32/93 — An-Naml النمل (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Naml Dengarkan, An-Naml Terjemah, An-Naml mp3, An-Naml pdf. Ayat 30–34. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








