Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Taraknā : Kami tinggalkan / Kami abadikan.
- Āyatan bayyinah : Tanda yang sangat jelas dan nyata.
- Liqaumin ya'qilūn : Bagi kaum yang menggunakan akal sehatnya untuk berpikir dan mengambil pelajaran.
Tafsir Ayat:
Setelah Allah Subhanahu wa Ta'ala menceritakan tentang azab yang menimpa kaum Nabi Luth 'alaihissalam, yaitu berupa dibalikkannya negeri mereka dan dihujanimya mereka dengan batu dari tanah liat yang terbakar, Allah menegaskan dalam ayat ini bahwa Dia telah meninggalkan dari negeri kaum Luth tersebut suatu tanda yang sangat jelas dan nyata. Tanda itu adalah sisa-sisa reruntuhan tempat tinggal mereka yang hancur dan menjadi saksi bisu atas kebenaran ancaman Allah. Bekas-bekas kehancuran itu sengaja dibiarkan agar menjadi pelajaran bagi manusia di zaman berikutnya.
Namun, perlu digarisbawahi bahwa tanda yang jelas ini hanya bermanfaat bagi kaum yang mau menggunakan akal sehatnya. Mereka yang berakal adalah mereka yang tidak hanya melihat dengan mata kepala, tetapi juga merenungkan dengan mata hati. Mereka mampu mengambil ibrah dari setiap peristiwa, sehingga kehancuran kaum Luth menjadi peringatan yang hidup bagi mereka untuk menjauhi kemaksiatan, terutama perbuatan keji yang melanggar fitrah manusia.
Sungguh, Allah tidak memusnahkan kaum Luth begitu saja tanpa meninggalkan jejak. Justru jejak itu diabadikan sebagai bukti kekuasaan Allah dan sebagai peringatan bagi generasi-generasi sesudahnya. Ini menunjukkan betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya yang masih hidup, agar mereka tidak terjerumus ke dalam kebinasaan yang sama.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita bahwa setiap kejadian di dunia ini pasti menyimpan pelajaran berharga. Allah tidak pernah menghancurkan suatu kaum kecuali di dalamnya terdapat hikmah dan peringatan bagi yang lain. Bekas-bekas kehancuran kaum Luth yang masih dapat disaksikan hingga kini adalah bukti nyata bahwa janji Allah itu pasti, dan ancaman-Nya itu benar.
Maka, marilah kita menjadi hamba-hamba yang berakal, yang tidak mudah terlena dengan kenikmatan dunia yang sementara. Setiap kali kita melihat kehancuran, bencana, atau musibah di sekitar kita, jadikanlah itu sebagai pengingat untuk semakin dekat kepada Allah, memperbaiki diri, dan menjauhi segala larangan-Nya. Jangan sampai kita menjadi orang yang buta hatinya, yang melihat tanda-tanda kebesaran Allah namun tidak mengambil pelajaran sedikit pun.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang berakal, yang senantiasa mengambil pelajaran dari setiap ayat-ayat Allah, baik yang terbentang di alam semesta maupun yang tertulis dalam kitab suci-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 33-37 — Al-'Ankabut
Terjemah — Al-'Ankabut 35
Surat Ayat 35/69 — Al-'Ankabut العنكبوت (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-'Ankabut Dengarkan, Al-'Ankabut Terjemah, Al-'Ankabut mp3, Al-'Ankabut pdf. Ayat 33–37. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








