Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- مَدْيَنَ (Madyan): Nama sebuah negeri atau kaum yang terletak di daerah Hijaz, dekat dengan Danau Lut (Laut Mati). Penduduknya dikenal sebagai kaum yang curang dalam takaran dan timbangan.
- أَخَاهُمْ (saudara mereka): Maksudnya adalah saudara senasab dan sebangsa, yaitu Nabi Syu'aib 'alaihissalam, yang diutus kepada kaumnya sendiri.
- تَعْثَوْا (berbuat kerusakan): Berasal dari kata *'atsiya* yang berarti berbuat kerusakan dan kejahatan secara berlebihan. Maksudnya adalah menyebarkan kerusakan dan kemaksiatan di muka bumi.
Tafsir Ayat:
Setelah menyebutkan kisah Nabi Ibrahim, Nabi Luth, dan kaum-kaum yang mendustakan rasul-rasul mereka, Allah SWT melanjutkan dengan menyebutkan kisah Nabi Syu'aib 'alaihissalam. Allah mengutus Nabi Syu'aib kepada penduduk Madyan yang merupakan kaumnya sendiri. Mereka adalah kaum yang terkenal suka berbuat curang dalam takaran dan timbangan, serta menyebarkan kemaksiatan di muka bumi.
Nabi Syu'aib 'alaihissalam menyeru mereka dengan penuh kasih sayang dan kelembutan, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah semata, janganlah kalian menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Ikhlaslah dalam beribadah kepada-Nya, karena tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia. Dan berharaplah dengan ibadah kalian itu kepada pahala dan balasan di hari akhirat. Jadikanlah hari akhirat sebagai tujuan dan motivasi dalam setiap amal kebaikan kalian."
Kemudian beliau melarang mereka dari berbuat kerusakan di muka bumi, seperti melakukan kemaksiatan, kecurangan, kezaliman, dan segala bentuk perbuatan yang membawa mudarat bagi manusia dan lingkungan. Beliau memerintahkan mereka untuk bertaubat kepada Allah dan kembali kepada-Nya, karena Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Pesan Dakwah:
Saudaraku kaum muslimin, ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa dakwah kepada tauhid dan keikhlasan dalam beribadah adalah inti dari seluruh ajaran para nabi dan rasul. Nabi Syu'aib 'alaihissalam tidak hanya menyeru kepada ibadah, tetapi juga menanamkan harapan akan balasan di hari akhirat. Ini menunjukkan bahwa seorang mukmin hendaknya menjadikan akhirat sebagai orientasi utama dalam setiap amal perbuatannya.
Islam adalah agama yang indah dan sempurna. Ia mengajarkan keseimbangan antara hubungan dengan Allah (hablum minallah) dan hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas). Larangan berbuat kerusakan di muka bumi menunjukkan bahwa Islam sangat menjaga kemaslahatan umat dan melarang segala bentuk kezaliman dan kecurangan.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pelajaran berharga: perbaiki ibadah kita kepada Allah dengan ikhlas, perbaiki akhlak kita terhadap sesama, dan jauhi segala bentuk kerusakan. Karena sesungguhnya kebahagiaan sejati terletak pada ridha Allah dan keselamatan di hari akhirat. Semoga Allah senantiasa membimbing kita di jalan yang lurus dan menjauhkan kita dari segala perbuatan yang merusak. Aamiin.
📜 Ayat 34-38 — Al-'Ankabut
Terjemah — Al-'Ankabut 36
Surat Al-'Ankabut Ayat 36 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan, saudara mereka Syu'aib,…Surat Ayat 36/69 — Al-'Ankabut العنكبوت (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-'Ankabut Dengarkan, Al-'Ankabut Terjemah, Al-'Ankabut mp3, Al-'Ankabut pdf. Ayat 34–38. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








