Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- الْمَعْرُوفِ (al-ma'ruf): Segala sesuatu yang dikenal baik oleh akal sehat dan syariat, seperti iman, amal saleh, dan akhlak mulia.
- الْمُنكَرِ (al-munkar): Segala sesuatu yang diingkari oleh akal dan syariat karena buruk dan tercela, seperti kekufuran, kemaksiatan, dan perbuatan dosa.
- يُسَارِعُونَ (yusari'una): Bersegera dan berlomba-lomba tanpa menunda-nunda.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menggambarkan sifat-sifat luhur sekelompok Ahli Kitab yang beriman dengan benar. Mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dengan keimanan yang kokoh dan yakin, serta beriman kepada hari akhir dengan segala konsekuensinya—baik itu hisab, surga, maupun neraka. Keimanan mereka bukan sekadar pengakuan di lisan, tetapi keyakinan yang meresap ke dalam hati dan tercermin dalam seluruh amal perbuatan.
Selain beriman, mereka juga aktif menyeru kepada kebaikan (amar ma'ruf) dan mencegah kemungkaran (nahi munkar). Mereka tidak diam melihat kemaksiatan, tetapi berusaha memperbaiki masyarakat dengan hikmah dan kebijaksanaan. Mereka mengajak manusia kepada segala bentuk kebaikan dan menjauhkan mereka dari segala keburukan.
Yang lebih mengagumkan, mereka bersegera dalam kebaikan (musara'ah fil khairat). Mereka tidak menunda-nunda amal saleh, tidak bermalas-malasan ketika dipanggil untuk berbuat baik, dan selalu memanfaatkan setiap kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ketika ada pintu kebaikan terbuka, mereka adalah orang pertama yang memasukinya.
Karena sifat-sifat mulia inilah, Allah menegaskan bahwa mereka termasuk golongan orang-orang saleh—yakni hamba-hamba Allah yang baik dan lurus, baik niatnya maupun amalnya. Mereka bukan sekadar orang baik biasa, tetapi termasuk dalam barisan hamba-hamba pilihan yang dijanjikan keridhaan dan pahala yang besar di sisi Allah.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita bahwa keimanan sejati tidak pernah berhenti pada keyakinan hati semata. Iman yang benar pasti melahirkan amal, dan amal yang benar pasti melahirkan kepedulian terhadap sesama. Ketika kita beriman kepada Allah dan hari akhir, maka kita akan merasakan manisnya berbuat baik dan getirnya melihat kemungkaran.
Marilah kita meneladani sifat bersegera dalam kebaikan. Jangan tunda sedekahmu, jangan tunda shalatmu, jangan tunda taubatmu, dan jangan tunda kebaikanmu kepada orang lain. Karena kita tidak pernah tahu kapan ajal menjemput. Setiap detik yang berlalu adalah kesempatan emas untuk menambah bekal menuju akhirat.
Ayat ini juga mengingatkan kita bahwa menjadi orang saleh adalah tujuan tertinggi seorang muslim. Bukan sekadar menjadi orang yang rajin beribadah, tetapi juga menjadi orang yang bermanfaat bagi lingkungannya—menebar kebaikan, mencegah keburukan, dan selalu menjadi pelopor dalam setiap kebaikan. Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan orang-orang saleh yang disebut dalam ayat ini. Aamiin.
📜 Ayat 112-116 — Ali Imran
Terjemah — Ali Imran 114
Surat Ali Imran Ayat 114 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada…Surat Ayat 114/200 — Ali Imran آل عمران (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ali Imran Dengarkan, Ali Imran Terjemah, Ali Imran mp3, Ali Imran pdf. Ayat 112–116. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








