Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- أَوِ ادْفَعُوا: atau berperanglah untuk mempertahankan diri dan melindungi kehormatan serta keluarga kalian.
- لَوْ نَعْلَمُ قِتَالًا: seandainya kami mengetahui bahwa akan terjadi peperangan yang sesungguhnya.
- يَوْمَئِذٍ: pada hari itu, yaitu hari terjadinya peristiwa Perang Uhud.
- يَكْتُمُونَ: mereka sembunyikan di dalam hati berupa kekufuran dan kemunafikan.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman bahwa di antara hikmah besar dari ujian dan musibah yang menimpa kaum Muslimin pada Perang Uhud adalah untuk memperlihatkan dan membuktikan siapa saja orang-orang munafik yang selama ini menyembunyikan kekufuran di dalam hati mereka. Ketika orang-orang beriman berkata kepada mereka: "Kemarilah, berperanglah kalian di jalan Allah untuk membela agama-Nya, atau setidaknya berjuanglah bersama kami untuk mempertahankan kota dan keluarga kalian dari serangan musuh," mereka menjawab dengan penuh kepalsuan: "Seandainya kami mengetahui bahwa akan benar-benar terjadi peperangan, niscaya kami akan mengikuti kalian." Padahal mereka hanyalah mencari-cari alasan untuk lari dari kewajiban jihad.
Allah lalu membongkar kebohongan mereka dengan firman-Nya: "Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekufuran daripada kepada keimanan." Karena sikap mereka yang lari dari medan jihad dan enggan membela agama Allah merupakan bukti nyata bahwa hati mereka tidak pernah bersinar dengan cahaya iman. Mereka mengucapkan dengan lisan mereka apa yang tidak ada di dalam hati mereka. Mereka menampakkan keislaman dan persetujuan, namun menyembunyikan kekufuran dan kebencian. Dan Allah Maha Mengetahui segala apa yang mereka sembunyikan di dalam dada mereka, tidak ada satu pun yang luput dari pengetahuan-Nya, dan kelak mereka akan menerima balasan yang setimpal.
Nasihat dan Pelajaran:
Saudaraku seiman, ayat yang mulia ini mengajarkan kepada kita bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala Maha Mengetahui segala isi hati hamba-hamba-Nya. Tidak ada satu pun yang tersembunyi dari-Nya, baik yang kecil maupun yang besar. Maka hendaknya kita senantiasa menjaga keikhlasan dalam setiap amal perbuatan kita, dan menjadikan iman sebagai cahaya yang menerangi hati kita, bukan sekadar ucapan di lisan semata.
Betapa indahnya jika kita menjadi hamba yang jujur antara perkataan dan perbuatan, antara yang tampak dan yang tersembunyi. Allah mencintai hamba-Nya yang beriman dengan benar, yang siap berkorban di jalan-Nya, dan yang tidak gentar menghadapi musuh-musuh Islam. Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pelajaran berharga untuk senantiasa memperbaiki kualitas keimanan kita, menjauhi sifat kemunafikan, dan selalu siap membela agama Allah dengan harta, jiwa, dan tenaga kita. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang beriman dan bertakwa.
📜 Ayat 165-169 — Ali Imran
Terjemah — Ali Imran 167
Surat Ali Imran Ayat 167 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan supaya Allah mengetahui siapa orang-orang yang munafik. Kepada mereka…Surat Ayat 167/200 — Ali Imran آل عمران (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ali Imran Dengarkan, Ali Imran Terjemah, Ali Imran mp3, Ali Imran pdf. Ayat 165–169. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








