Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- يَفْرَحُونَ بِمَا أَتَوا : bergembira dengan apa yang telah mereka lakukan, baik berupa perbuatan buruk maupun tipu daya.
- يُحْمَدُوا : dipuji dan dipuji oleh orang lain.
- بِمَفَازَةٍ : tempat selamat atau terbebas dari kebinasaan.
- عَذَابٌ أَلِيمٌ : siksaan yang sangat menyakitkan.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad ﷺ, janganlah sekali-kali engkau mengira bahwa orang-orang yang bergembira dengan perbuatan buruk yang mereka lakukan—seperti kaum munafik yang merasa bangga dengan tipu daya mereka—dan yang sangat senang apabila dipuji oleh manusia atas kebaikan yang sebenarnya tidak pernah mereka lakukan, akan selamat dari azab Allah. Jangan pernah menyangka mereka akan terbebas dari siksa, baik di dunia maupun di akhirat. Sesungguhnya bagi mereka telah tersedia azab yang sangat pedih dan menyakitkan sebagai balasan atas kekufuran, kebohongan, dan kepura-puraan mereka.
Ayat ini turun berkaitan dengan kaum munafik yang apabila Rasulullah ﷺ pergi berperang, mereka justru duduk diam tidak ikut serta. Namun ketika beliau kembali, mereka bersumpah dan berdalih dengan alasan-alasan palsu, lalu berharap dipuji sebagai orang-orang yang setia dan berjasa, padahal mereka tidak melakukan apa-apa. Mereka merasa bangga dengan perbuatan buruk mereka dan ingin dipuji dengan hal-hal yang tidak pernah mereka kerjakan.
Ayat ini juga mengandung peringatan keras bagi setiap orang yang merasa bangga dengan perbuatan dosanya, atau yang suka memuji diri sendiri dengan kebaikan yang tidak pernah ia lakukan. Ini adalah penyakit hati yang sangat berbahaya, karena ia menutup pintu taubat dan menjerumuskan pelakunya ke dalam kebinasaan.
Renungan dan Nasihat:
Saudaraku yang dirahmati Allah, betapa indahnya Islam yang mengajarkan kita untuk ikhlas dalam beramal dan jujur dalam berkata. Janganlah kita termasuk golongan yang suka mencari pujian dan sanjungan manusia, karena hal itu akan menghapus pahala amal kita. Rasulullah ﷺ mengajarkan kita untuk beramal karena Allah semata, bukan karena ingin dilihat dan dipuji orang lain. Orang yang ikhlas akan merasakan ketenangan hati, karena ia tidak bergantung pada penilaian manusia, melainkan hanya mengharap ridha Allah. Maka jauhilah sifat riya' dan ujub, dan perbanyaklah istighfar serta perbaiki niat kita dalam setiap amal. Sungguh, Allah Maha Melihat segala yang tersembunyi di dalam hati, dan Dia akan membalas setiap amal sesuai dengan niatnya.
📜 Ayat 186-190 — Ali Imran
Terjemah — Ali Imran 188
Surat Ali Imran Ayat 188 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Janganlah sekali-kali kamu menyangka, hahwa orang-orang yang gembira dengan apa…Surat Ayat 188/200 — Ali Imran آل عمران (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ali Imran Dengarkan, Ali Imran Terjemah, Ali Imran mp3, Ali Imran pdf. Ayat 186–190. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








