Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- مُحْضَرًا (muhdaran): Didatangkan dan dihadirkan secara utuh tanpa dikurangi sedikit pun.
- تَوَدُّ (tawaddu): Sangat menginginkan dan berharap.
- أَمَدًا بَعِيدًا (amadan ba'idan): Jarak waktu atau tempat yang sangat jauh.
Tafsir Ayat:
Wahai hamba Allah, ingatlah dan takutlah akan hari kiamat, yaitu hari ketika setiap jiwa akan mendapati seluruh amal kebaikan yang pernah dilakukannya di dunia telah dihadirkan di hadapannya dalam keadaan sempurna, lengkap, dan tidak dikurangi sedikit pun, siap untuk dibalas dengan balasan yang paling mulia. Dan di saat yang sama, ia juga akan mendapati segala perbuatan buruk yang pernah dilakukannya turut hadir di hadapannya, lengkap dengan segala konsekuensinya. Maka pada saat itulah ia merasakan penyesalan yang amat dalam, hingga ia berangan-angan seandainya ada jarak yang sangat jauh—entah itu jarak waktu yang berabad-abad lamanya atau jarak tempat yang membentang luas—antara dirinya dengan amal buruk tersebut. Betapa tersiksanya jiwa yang harus berhadapan langsung dengan keburukan yang dahulu ia lakukan dengan ringan dan tanpa beban.
Allah Subhanahu wa Ta'ala kemudian memperingatkan hamba-hamba-Nya dengan peringatan yang sangat tegas: "Dan Allah memperingatkan kamu akan (siksa) diri-Nya." Artinya, janganlah kalian berani melanggar perintah-Nya dan janganlah kalian bermain-main dengan kemurkaan-Nya, karena sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Kuasa untuk menyiksa siapa saja yang durhaka kepada-Nya. Namun di balik peringatan yang keras ini, Allah menutup ayat ini dengan kabar yang menenteramkan hati: "Dan Allah Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya." Inilah bukti kasih sayang Allah yang begitu agung—bahwa Dia tidak membiarkan hamba-hamba-Nya terjerumus ke dalam kebinasaan tanpa peringatan. Dia mengutus para rasul, menurunkan kitab-kitab suci, dan memberikan peringatan-peringatan ini semata-mata karena rahmat dan kepedulian-Nya terhadap kemaslahatan dan keselamatan hamba-hamba-Nya.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini adalah panggilan yang sangat menyentuh dari Rabb yang Maha Pengasih. Allah mengingatkan kita tentang hari di mana amal baik dan buruk kita akan dipertontonkan di hadapan kita sendiri. Tidak ada satu pun yang luput, tidak ada satu pun yang tersembunyi. Betapa bahagianya jiwa yang ketika itu melihat kebaikan-kebaikannya berjejer indah di hadapannya, menjadi saksi atas keimanan dan ketakwaannya. Dan betapa sedihnya jiwa yang ketika itu harus berhadapan dengan keburukan-keburukannya, lalu berharap seandainya ia bisa lari jauh dari semua itu—namun harapan itu sia-sia belaka.
Maka marilah kita jadikan ayat ini sebagai pengingat yang hidup dalam keseharian kita. Setiap kali kita hendak berbuat baik, ingatlah bahwa kebaikan itu akan hadir kembali kepada kita di hari yang agung itu. Setiap kali kita tergoda untuk berbuat dosa, ingatlah bahwa dosa itu akan menjadi tamu yang tidak kita inginkan di hari perhitungan kelak. Allah tidak memperingatkan kita kecuali karena Dia sangat menyayangi kita. Maka sambutlah kasih sayang Allah itu dengan ketaatan, dan janganlah kita termasuk orang-orang yang menyesal di kemudian hari. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang selalu berlomba dalam kebaikan dan dijauhkan dari segala keburukan. Aamiin.
📜 Ayat 28-32 — Ali Imran
Terjemah — Ali Imran 30
Surat Ali Imran Ayat 30 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebajikan dihadapkan (dimukanya),…Surat Ayat 30/200 — Ali Imran آل عمران (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ali Imran Dengarkan, Ali Imran Terjemah, Ali Imran mp3, Ali Imran pdf. Ayat 28–32. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








