Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- مَحَارِيبَ (mihrab-mihrab): tempat ibadah atau masjid-masjid.
- تَمَاثِيلَ (patung-patung): gambar atau bentuk-bentuk yang terbuat dari tembaga dan kaca.
- جِفَانٍ (jifan): piring-piring besar atau wadah makanan yang sangat luas.
- كَالْجَوَابِ (kal-jawab): seperti kolam atau bak penampung air yang besar.
- قُدُورٍ رَّاسِيَاتٍ (qudūr rāsiyāt): periuk-periuk raksasa yang tetap di tempatnya, tidak bisa dipindahkan karena sangat besar dan berat.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabarkan tentang nikmat agung yang diberikan kepada Nabi Sulaiman 'alaihissalam, di mana jin-jin tunduk dan bekerja untuknya. Mereka membuatkan segala yang beliau inginkan: tempat-tempat ibadah yang megah untuk beribadah kepada Allah, patung-patung dari tembaga dan kaca yang indah, piring-piring raksasa sebesar kolam air yang mampu menampung makanan untuk ribuan orang, serta periuk-periuk besar yang menetap di tempatnya karena ukurannya yang luar biasa—tidak mungkin dipindahkan oleh siapa pun.
Setelah menyebutkan karunia yang melimpah ini, Allah berfirman kepada keluarga Nabi Daud: *"Beramallah wahai keluarga Daud sebagai wujud syukur kepada Allah!"* Yakni, gunakanlah segala kenikmatan dan kekuatan yang Allah berikan untuk taat dan beribadah kepada-Nya, bukan untuk bermegah-megah atau berbuat maksiat. Syukur yang sejati bukan sekadar ucapan di lisan, melainkan amal nyata yang membuktikan pengakuan hati atas segala karunia Allah.
Kemudian Allah menutup ayat ini dengan pelajaran yang sangat dalam: *"Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur."* Ini adalah peringatan sekaligus undangan bagi kita semua. Betapa banyak manusia yang diberi nikmat, namun lupa kepada Sang Pemberi Nikmat. Mereka sibuk menikmati karunia, tetapi jarang merenungkan siapa yang telah memberikan semua itu.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita bahwa nikmat yang Allah berikan bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk semakin dekat kepada-Nya. Keluarga Daud diberikan kekuatan, kekuasaan, dan kemakmuran yang luar biasa, namun perintah yang turun kepada mereka adalah: *"Beramallah sebagai wujud syukur!"* Artinya, semakin besar nikmat yang kita terima, semakin besar pula tanggung jawab kita untuk bersyukur.
Syukur yang hakiki itu diwujudkan dalam tiga hal: hati yang merasa cukup dan mengakui karunia Allah, lisan yang senantiasa memuji-Nya, dan anggota badan yang digunakan untuk taat kepada-Nya. Ketika kita diberi kesehatan, gunakan untuk beribadah. Ketika kita diberi harta, gunakan untuk bersedekah dan membantu sesama. Ketika kita diberi ilmu, gunakan untuk mengajarkan kebaikan. Itulah syukur yang sebenarnya.
Dan perhatikanlah firman Allah: *"Sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur."* Ini adalah ajakan untuk menjadi bagian dari golongan yang sedikit namun mulia itu. Jadilah hamba yang pandai bersyukur, niscaya Allah akan menambah nikmat-Nya, sebagaimana janji-Nya dalam ayat lain: *"Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu."* (QS. Ibrahim: 7).
Mari kita jadikan setiap hembusan napas, setiap detak jantung, setiap kenikmatan yang kita rasakan sebagai pengingat untuk bersyukur kepada Allah. Karena sesungguhnya, orang yang paling bahagia di dunia dan akhirat adalah mereka yang pandai mensyukuri setiap karunia Allah dengan amal saleh dan ketaatan. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang sedikit namun sungguh bersyukur. Aamiin.
📜 Ayat 11-15 — Saba
Terjemah — Saba 13
Surat Saba Ayat 13 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari…Surat Ayat 13/54 — Saba سبأ (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Saba Dengarkan, Saba Terjemah, Saba mp3, Saba pdf. Ayat 11–15. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








