Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Qadainaa 'alaihil maut: Kami tetapkan kematian atasnya (Nabi Sulaiman).
- Daabbah al-ardh: Makhluk melata di bumi, yaitu rayap (anai-anai).
- Minsa'ah: Tongkat yang biasa digunakan untuk bersandar.
Tafsir Ayat:
Ketika Allah Subhanahu wa Ta'ala menetapkan kematian atas Nabi Sulaiman 'alaihissalam, tidak ada satu pun yang menunjukkan kepada jin bahwa beliau telah wafat, kecuali rayap bumi yang memakan tongkat sandarannya. Selama bertahun-tahun, Nabi Sulaiman berdiri dalam keadaan wafat dengan bersandar pada tongkatnya, sementara jin terus bekerja keras menyelesaikan bangunan-bangunan megah yang diperintahkan kepadanya. Mereka mengira beliau masih hidup dan mengawasi mereka.
Ketika rayap telah memakan habis bagian dalam tongkat tersebut hingga rapuh, tongkat itu patah dan jasad Nabi Sulaiman pun terjatuh ke tanah. Saat itulah jin mengetahui dengan jelas bahwa mereka sebenarnya tidak mengetahui hal-hal gaib. Seandainya mereka benar-benar mengetahui yang gaib, tentu mereka akan mengetahui kematian Nabi Sulaiman dan tidak akan terus-menerus berada dalam azab yang menghinakan—yakni pekerjaan berat dan melelahkan yang mereka lakukan untuknya, dengan mengira beliau masih hidup.
Ayat ini dengan tegas membatalkan keyakinan sebagian orang yang mengira bahwa jin mengetahui perkara gaib. Allah Subhanahu wa Ta'ala memperlihatkan kepada seluruh makhluk-Nya bahwa pengetahuan tentang gaib hanyalah milik Allah semata. Bahkan jin yang terkenal memiliki kemampuan luar biasa pun tidak mengetahui hal yang paling dekat sekalipun—yaitu kematian seorang nabi yang berada di hadapan mereka.
Hikmah dan Pelajaran:
Sungguh agung pelajaran yang terkandung dalam ayat ini! Allah Subhanahu wa Ta'ala ingin mengajarkan kepada kita semua—manusia dan jin—bahwa ilmu gaib adalah rahasia Ilahi yang tidak seorang pun mengetahuinya. Ini menjadi bukti nyata keesaan Allah dalam ilmu dan kekuasaan-Nya.
Renungkanlah wahai saudaraku! Jika seekor rayap yang kecil dan lemah dijadikan oleh Allah sebagai alat untuk mengungkapkan rahasia kematian seorang nabi yang agung, maka betapa Maha Kuasanya Allah atas segala sesuatu. Tidak ada yang terlalu kecil untuk menjadi perantara kekuasaan-Nya, dan tidak ada yang terlalu besar untuk berada di luar kendali-Nya.
Ayat ini juga mengajarkan kita untuk tidak pernah merasa aman dari tipu daya Allah dan tidak pernah merasa bahwa kita telah mengetahui segala sesuatu. Sebaik-baik hamba adalah yang senantiasa merendahkan diri di hadapan Allah, mengakui keterbatasan ilmunya, dan berserah diri sepenuhnya kepada Allah yang Maha Mengetahui segala sesuatu.
Marilah kita jadikan kisah ini sebagai pengingat bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara. Nabi Sulaiman yang memiliki kerajaan terbesar di muka bumi pun tetap merasakan kematian. Maka sudah sepatutnya kita mempersiapkan bekal untuk kehidupan setelah kematian, dengan memperbanyak amal saleh dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang beruntung dan dijauhkan dari kelalaian seperti yang dialami oleh jin yang tertipu oleh dugaan mereka sendiri. Aamiin.
📜 Ayat 12-16 — Saba
Terjemah — Saba 14
Surat Saba Ayat 14 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang…Surat Ayat 14/54 — Saba سبأ (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Saba Dengarkan, Saba Terjemah, Saba mp3, Saba pdf. Ayat 12–16. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








