Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- أَحَلَّنَا (Ahallana): Menempatkan kita / menjadikan kita bertempat tinggal.
- دَارَ الْمُقَامَةِ (Daaral Muqaamah): Negeri tempat tinggal yang kekal dan abadi, yaitu surga.
- نَصَبٌ (Nashab): Kelelahan, kepayahan, atau rasa letih yang berat.
- لُغُوبٌ (Lughub): Keletihan yang sangat, kelemahan yang luar biasa, atau rasa capai yang berkepanjangan.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan segala kemurahan dan kasih sayang-Nya telah menempatkan hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertakwa ke dalam negeri yang penuh kedamaian dan kebahagiaan abadi, yaitu surga. Tempat itu bukanlah tempat persinggahan sementara, melainkan tempat tinggal yang kekal selamanya, tidak ada perpindahan lagi setelahnya.
Allah menempatkan mereka di sana bukan karena amal mereka semata, melainkan semata-mata karena karunia dan keutamaan dari Allah. Sebagaimana mereka masuk surga, mereka merasakan kenikmatan yang tiada tara. Di dalam surga itu, mereka tidak akan merasakan kelelahan sedikit pun, baik kelelahan yang ringan maupun yang berat. Tidak ada rasa payah, tidak ada rasa letih, tidak ada rasa lelah yang berkepanjangan, dan tidak ada kelemahan yang menghampiri mereka.
Inilah kebahagiaan yang sempurna: kenikmatan tanpa ada campuran kesulitan, istirahat tanpa ada rasa lelah, dan kebahagiaan tanpa ada kesedihan. Semua itu adalah buah dari keimanan, kesabaran, dan amal saleh yang mereka lakukan di dunia, yang kemudian Allah balas dengan balasan yang jauh lebih besar dari apa yang mereka usahakan.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, bayangkanlah sebuah kehidupan yang tidak pernah mengenal lelah, tidak pernah merasakan sakit, dan tidak pernah dilanda kesedihan. Itulah janji Allah bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh. Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya. Setiap tetes keringat yang kita keluarkan untuk beribadah kepada Allah di dunia ini, setiap kelelahan yang kita rasakan saat berjuang di jalan kebaikan, setiap kesulitan yang kita hadapi dengan kesabaran—semuanya akan diganti oleh Allah dengan kenikmatan yang kekal dan abadi di surga-Nya.
Maka, janganlah kita merasa berat untuk beribadah dan berbuat baik. Karena sesungguhnya kelelahan di dunia ini hanyalah sementara, sedangkan kenikmatan surga itu kekal selamanya. Mari kita perbanyak syukur kepada Allah atas segala nikmat-Nya, perbanyak istighfar atas segala dosa kita, dan perbanyak amal saleh sebagai bekal menuju negeri yang penuh kedamaian itu. Semoga Allah memasukkan kita semua ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang akan merasakan kenikmatan surga tanpa ada rasa lelah dan letih selamanya. Aamiin.
📜 Ayat 33-37 — Fatir
Terjemah — Fatir 35
Surat Fatir Ayat 35 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya;…Surat Ayat 35/45 — Fatir فاطر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Fatir Dengarkan, Fatir Terjemah, Fatir mp3, Fatir pdf. Ayat 33–37. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








