Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- زُيِّنَ لَهُ : Dihiasi dan diperindah baginya.
- سُوءُ عَمَلِهِ : Keburukan amal perbuatannya.
- فَرَآهُ حَسَنًا : Maka ia memandangnya sebagai sesuatu yang baik.
- حَسَرَاتٍ : Penyesalan yang mendalam dan kesedihan yang sangat.
Tafsir Ayat:
Wahai manusia, renungkanlah! Apakah orang yang telah dihiasi oleh setan untuknya keburukan amal perbuatannya—sehingga ia memandang kemaksiatan, kekufuran, dan penyembahan kepada selain Allah sebagai sesuatu yang indah dan baik—sama dengan orang yang telah Allah beri petunjuk, sehingga ia mampu membedakan antara yang baik dan yang buruk? Tentu saja tidak sama!
Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan keadilan dan hikmah-Nya menyesatkan siapa yang Dia kehendaki karena mereka memilih kesesatan, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki karena mereka mencari kebenaran. Tidak ada paksaan dalam agama, dan Allah tidak pernah menzalimi hamba-Nya sedikit pun.
Maka janganlah engkau wahai Rasulullah—dan juga para pengikutnya—menghabiskan dirimu dengan kesedihan dan penyesalan yang mendalam atas kekufuran mereka. Janganlah engkau bersedih karena mereka tidak beriman, karena hidayah itu sepenuhnya di tangan Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala apa yang mereka perbuat, tidak ada satu pun yang tersembunyi dari-Nya, dan Dia akan membalas mereka dengan balasan yang setimpal atas semua amal perbuatan mereka.
Nasihat dan Pelajaran:
Ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga: bahwa hati manusia itu bisa tertutup oleh tipu daya setan sehingga ia menganggap keburukan sebagai kebaikan. Ini adalah ujian terbesar bagi manusia. Oleh karena itu, kita harus senantiasa berlindung kepada Allah dari kesesatan, dan selalu memohon kepada-Nya agar diberikan hati yang jernih untuk membedakan yang hak dan yang batil.
Janganlah kita berputus asa ketika melihat orang-orang di sekitar kita masih jauh dari kebenaran. Tugas kita hanyalah menyampaikan dengan baik, sementara hidayah itu milik Allah semata. Dan janganlah kita menyiksa diri dengan kesedihan yang berlebihan, karena Allah Maha Mengetahui dan Maha Adil dalam setiap ketentuan-Nya. Yang terpenting, kita harus senantiasa menjaga diri kita sendiri agar tidak termasuk golongan orang-orang yang tertipu oleh keindahan amal yang buruk.
📜 Ayat 6-10 — Fatir
Terjemah — Fatir 8
Surat Fatir Ayat 8 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka apakah orang yang dijadikan (syaitan) menganggap baik pekerjaannya yang…Surat Ayat 8/45 — Fatir فاطر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Fatir Dengarkan, Fatir Terjemah, Fatir mp3, Fatir pdf. Ayat 6–10. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








