Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- آيَةٍ (Ayat): Tanda, bukti, atau mukjizat yang jelas yang menunjukkan kebenaran.
- مُعْرِضِينَ (Mu'ridhin): Orang-orang yang berpaling, menjauhkan diri, dan tidak mau memperhatikan.
Tafsir:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, renungkanlah ayat yang agung ini. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman bahwa tidaklah datang kepada orang-orang musyrik yang membangkang itu satu tanda pun dari tanda-tanda kebesaran Rabb mereka, baik berupa mukjizat para rasul, bukti-bukti keesaan Allah di alam semesta, maupun ayat-ayat Al-Qur'an yang diturunkan — yang semuanya itu bertujuan untuk menunjukkan kebenaran dan meluruskan jalan mereka — melainkan mereka selalu berpaling darinya dengan sikap sombong dan enggan menerimanya.
Mereka tidak mau mengambil pelajaran, tidak mau merenungkan, dan tidak mau berhenti sejenak untuk berpikir. Padahal setiap ayat yang datang adalah undangan kasih sayang dari Allah agar mereka keluar dari kegelapan menuju cahaya. Namun karena hati mereka telah terbiasa dengan sikap berpaling dan keras kepala, maka setiap kebenaran yang datang selalu mereka hadapi dengan punggung, bukan dengan wajah.
Sungguh, ini adalah gambaran yang menyedihkan. Betapa banyak nikmat dan bukti yang Allah perlihatkan, namun mereka menutup mata dan telinga. Padahal jika mereka mau membuka hati, mereka akan menemukan betapa indahnya petunjuk Allah dan betapa damainya hidup di bawah naungan iman.
Saudaraku, mari kita jadikan ayat ini sebagai pelajaran berharga. Jangan sampai kita termasuk golongan yang berpaling dari ayat-ayat Allah. Setiap kali kita mendengar Al-Qur'an dibacakan, setiap kali kita melihat kebesaran Allah di langit dan bumi, setiap kali kita merasakan nikmat kesehatan dan rezeki, itu semua adalah ayat-ayat Allah yang berbicara kepada kita. Maka sambutlah dengan hati yang terbuka, renungkanlah maknanya, dan amalkanlah dalam kehidupan. Karena kebahagiaan sejati bukan terletak pada apa yang kita kumpulkan di dunia, melainkan pada sejauh mana kita dekat dengan Allah dan patuh kepada perintah-Nya.
Jangan biarkan hati kita menjadi keras dan terbiasa berpaling, karena jika sudah terbiasa, sulit untuk kembali. Mari kita jadikan setiap ayat yang kita dengar sebagai pengingat yang menyentuh jiwa, dan setiap tanda kebesaran Allah sebagai jembatan menuju kecintaan kepada-Nya. Sungguh, Allah tidak membutuhkan keimanan kita, tetapi kitalah yang sangat membutuhkan petunjuk-Nya untuk meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.
📜 Ayat 44-48 — Yasin
Terjemah — Yasin 46
Surat Ayat 46/83 — Yasin يس (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yasin Dengarkan, Yasin Terjemah, Yasin mp3, Yasin pdf. Ayat 44–48. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








