Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Nuthfah: Air mani yang lemah dan hina.
- Khashim: Ahli berdebat atau membantah dengan keras.
- Mubin: Jelas dan nyata.
Tafsir Ayat:
Wahai manusia yang mengingkari hari kebangkitan, tidakkah engkau merenungkan dan memperhatikan asal-usul penciptaanmu sendiri? Sungguh, Kami telah menciptakanmu dari setetes air mani yang hina dan tidak berarti. Air mani itu kemudian melalui berbagai fase perkembangan, dari setetes air yang lemah, menjadi segumpal darah, lalu segumpal daging, kemudian ditiupkan ruh ke dalamnya, hingga akhirnya engkau lahir ke dunia dan tumbuh menjadi manusia yang sempurna.
Namun, setelah melalui semua tahapan penciptaan yang luar biasa itu, manusia justru menjadi makhluk yang paling gigih dalam membantah dan berdebat. Ia dengan lantang mempertanyakan kekuasaan Allah untuk menghidupkan kembali tulang-belulang yang telah hancur, padahal ia sendiri adalah bukti hidup dari kekuasaan Allah yang Maha Kuasa. Jika Allah mampu menciptakannya dari ketiadaan, maka menghidupkan kembali setelah mati adalah perkara yang jauh lebih mudah bagi-Nya.
Renungkanlah wahai saudaraku! Bukankah penciptaan dirimu sendiri merupakan bukti yang paling dekat dan nyata tentang kebesaran Allah? Setiap kali engkau meragukan kemampuan Allah untuk membangkitkan manusia dari kubur, maka lihatlah dirimu sendiri. Engkau yang tadinya tidak ada, lalu menjadi ada. Engkau yang tadinya setetes air yang hina, kini menjadi manusia yang sempurna dengan akal dan pikiran. Maka, bagaimana mungkin engkau mengingkari kebangkitan setelah mati, padahal penciptaan awalmu adalah bukti yang tak terbantahkan?
Ayat ini mengajak kita untuk merenungkan asal-usul kehidupan kita sebagai jalan untuk mengenal kebesaran Allah. Semakin dalam kita merenungkan proses penciptaan diri kita, semakin kuat pula keyakinan kita bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, termasuk menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati. Sungguh, tidak ada yang mustahil bagi Allah. Maka, janganlah menjadi manusia yang lupa diri dan ingkar, tetapi jadilah hamba yang bersyukur dan meyakini janji Allah tentang hari kebangkitan.
📜 Ayat 75-79 — Yasin
Terjemah — Yasin 77
Surat Yasin Ayat 77 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik…Surat Ayat 77/83 — Yasin يس (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yasin Dengarkan, Yasin Terjemah, Yasin mp3, Yasin pdf. Ayat 75–79. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








