Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Fa nazhara (فَنَظَرَ): Maka dia (Ibrahim) melihat/memerhatikan.
- Nazrah (نَظْرَةً): Suatu pandangan/tatapan (sekali pandang).
- Fī an-nujūm (فِي النُّجُومِ): Kepada bintang-bintang (merenungkan/meneliti bintang-bintang).
Tafsir:
Ayat ini menggambarkan momen penting dalam kehidupan Nabi Ibrahim 'alaihissalam, sang kekasih Allah yang cerdas dan bijaksana. Ketika kaumnya mengajaknya untuk turut serta keluar merayakan hari raya mereka yang penuh dengan kemusyrikan dan penyembahan berhala, Nabi Ibrahim tidak serta-merta menolak dengan kasar atau berdebat dengan mereka. Beliau justru menggunakan kecerdasan dan strategi yang halus.
Beliau memandang ke langit dan mengamati bintang-bintang dengan seksama, seolah-olah sedang merenungkan dan membaca tanda-tanda alam. Padahal, di balik itu semua, beliau sedang menyusun strategi untuk tidak ikut serta dalam perayaan mereka. Dengan penuh hikmah, beliau kemudian berkata kepada mereka: "Sesungguhnya aku sakit." Ini adalah ungkapan yang halus (ta'rīdh) — bukan kebohongan, melainkan alasan yang sopan untuk tidak menghadiri acara kemusyrikan mereka. Kaumnya pun meninggalkannya dan pergi ke perayaan mereka, sementara Nabi Ibrahim tinggal untuk melaksanakan rencananya yang agung: menghancurkan berhala-berhala mereka sebagai bukti kebatilan penyembahan selain Allah.
Perhatikanlah betapa indahnya akhlak dan kecerdasan Nabi Ibrahim ini! Beliau mengajarkan kepada kita bahwa dalam berdakwah dan menghadapi kebatilan, kita boleh menggunakan cara-cara yang bijaksana dan halus, selama tidak melanggar syariat. Beliau tidak berdebat dengan orang-orang yang keras kepala di saat yang tidak tepat, melainkan memilih waktu dan cara yang paling efektif untuk menyampaikan kebenaran.
Kisah ini juga mengajarkan kita tentang pentingnya tawakal dan kecerdasan dalam berstrategi. Nabi Ibrahim tidak tinggal diam melihat kemungkaran, tetapi beliau juga tidak gegabah. Beliau merencanakan segalanya dengan matang, lalu bertawakal kepada Allah. Sungguh, inilah teladan terbaik bagi kita dalam menghadapi tantangan dakwah di zaman modern ini — kita harus cerdas, bijaksana, dan tetap istiqamah di jalan Allah.
Renungkanlah wahai saudaraku, betapa agungnya perjuangan para nabi dalam menegakkan tauhid. Marilah kita jadikan kisah ini sebagai pelajaran berharga: bahwa dalam hidup ini, kita harus pandai membaca situasi, menggunakan akal sehat, dan senantiasa bertawakal kepada Allah dalam setiap langkah dakwah kita. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang cerdas dan bijaksana seperti kekasih-Nya, Nabi Ibrahim 'alaihissalam.
📜 Ayat 86-90 — As-Saffat
Terjemah — As-Saffat 88
Surat As-Saffat Ayat 88 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Lalu ia memandang sekali pandang ke bintang-bintang.Surat Ayat 88/182 — As-Saffat الصافات (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: As-Saffat Dengarkan, As-Saffat Terjemah, As-Saffat mp3, As-Saffat pdf. Ayat 86–90. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








