Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Saqīm: sakit, lemah, atau tidak sehat. Dalam konteks ini, sebagian ulama menafsirkan sebagai sakit karena terkena penyakit menular (seperti wabah/tho'un) yang membuat orang-orang menjauhinya.
Tafsir:
Ayat ini menggambarkan momen penting dalam dakwah Nabi Ibrahim 'alaihissalam. Beliau hidup di tengah kaum yang menyembah berhala dan bintang-bintang. Ketika kaumnya mengajaknya pergi merayakan hari raya mereka yang penuh kemusyrikan, Ibrahim 'alaihissalam memandang ke langit dan merenung sejenak. Beliau kemudian berkata kepada mereka: *"Sesungguhnya aku sakit."*
Ini adalah bentuk *ta'ridh* (kiasan/sindiran) yang halus, bukan kebohongan. Ibrahim tidak benar-benar sakit secara fisik, tetapi beliau ingin menghindari keikutsertaan dalam perayaan yang bertentangan dengan tauhid. Beliau menggunakan alasan yang dapat diterima oleh kaumnya agar mereka meninggalkannya sendirian, sehingga beliau memiliki kesempatan untuk menghancurkan berhala-berhala mereka sebagai bukti nyata kebatilan penyembahan selain Allah.
Sebagian mufasir menjelaskan bahwa perkataan "saya sakit" ini bermakna "saya terkena penyakit menular" (tho'un), karena orang-orang Arab pada masa itu sangat takut mendekati penderita penyakit menular. Dengan demikian, mereka pun menjauh dan meninggalkannya sendirian.
Peristiwa ini mengajarkan kita hikmah yang luar biasa: dalam berdakwah, seorang muslim boleh menggunakan strategi yang bijaksana dan halus selama tidak melanggar syariat. Ibrahim tidak berbicara kasar atau menantang kaumnya secara langsung, tetapi beliau memilih cara yang lembut dan cerdas untuk mencapai tujuan mulia. Ini menunjukkan bahwa kecerdasan dan kebijaksanaan adalah senjata penting dalam menyampaikan kebenaran.
Kisah ini juga mengingatkan kita bahwa perjuangan menegakkan tauhid membutuhkan pengorbanan dan kecerdikan. Ibrahim rela ditinggalkan sendirian, bahkan kemudian menghadapi ancaman dan cobaan yang berat, demi membuktikan bahwa hanya Allah yang layak disembah. Semangat inilah yang seharusnya menghidupkan jiwa dakwah kita: berani mengambil langkah strategis, ikhlas dalam berkorban, dan tetap teguh di jalan Allah meskipun harus berhadapan dengan kebatilan yang dominan.
Renungkanlah wahai saudaraku, betapa agungnya akhlak para nabi dalam berdakwah. Mereka tidak pernah bosan, tidak pernah putus asa, dan selalu menggunakan cara-cara yang penuh hikmah. Semoga kita dapat meneladani kecerdasan dan keikhlasan Nabi Ibrahim dalam memperjuangkan agama Allah di tengah masyarakat yang penuh tantangan. Aamiin.
📜 Ayat 87-91 — As-Saffat
Terjemah — As-Saffat 89
Surat Ayat 89/182 — As-Saffat الصافات (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: As-Saffat Dengarkan, As-Saffat Terjemah, As-Saffat mp3, As-Saffat pdf. Ayat 87–91. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








