Terjemah — Tafsir
Makna Kata-kata:
- Fatan-nā: Kami menguji atau memberikan cobaan.
- Kursiyyihi: Singgasana kerajaannya.
- Jasadan: Sesuatu yang berupa tubuh atau jasad (dalam konteks ini, seorang anak yang lahir dalam keadaan cacat atau lemah).
- Anāba: Kembali kepada Allah dengan taubat dan kepatuhan.
Tafsir:
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman bahwa Dia telah menguji Nabi Sulaiman 'alaihissalam dengan suatu ujian yang berat. Ujian tersebut bermula ketika Nabi Sulaiman bersumpah untuk mengelilingi istri-istrinya pada suatu malam, dengan harapan setiap istri akan melahirkan seorang anak yang akan menjadi pejuang di jalan Allah. Namun, beliau tidak mengucapkan "Insya Allah" ketika bersumpah, sehingga Allah menghendaki hanya satu istrinya yang mengandung, dan itupun melahirkan seorang anak yang cacat (sepotong tubuh) yang kemudian diletakkan di atas singgasananya. Peristiwa ini menjadi cobaan besar bagi Nabi Sulaiman, karena ia menyadari bahwa segala usaha dan rencananya tidak akan berhasil tanpa kehendak Allah. Setelah itu, Nabi Sulaiman segera kembali kepada Allah dengan penuh penyesalan, memohon ampunan, dan bertaubat dengan tulus. Beliau berdoa agar Allah memberinya kerajaan yang agung yang tidak akan dimiliki oleh siapa pun setelahnya, dan Allah mengabulkan doanya dengan menundukkan angin dan jin untuk melayaninya.
Ujian ini mengajarkan kepada kita bahwa manusia, betapapun mulia dan hebatnya, tetap tidak luput dari kekhilafan dan membutuhkan rahmat serta ampunan Allah. Nabi Sulaiman adalah seorang nabi yang sangat mulia, namun ketika ia lupa menyandarkan rencananya kepada kehendak Allah, Allah mengingatkannya melalui ujian ini. Ini menunjukkan betapa pentingnya mengucapkan "Insya Allah" dalam setiap rencana, sebagai bentuk pengakuan bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah semata. Kisah ini juga mengajarkan bahwa taubat yang tulus akan membuka pintu rahmat dan karunia Allah yang lebih besar. Setelah ujian itu, Allah justru memberikan Nabi Sulaiman kerajaan yang luar biasa, sebagai bukti bahwa setelah kesulitan ada kemudahan dan setelah taubat ada ampunan serta karunia yang melimpah.
Bagi kita sebagai umat Islam, kisah ini menjadi pelajaran berharga agar senantiasa rendah hati di hadapan Allah, tidak sombong dengan kemampuan diri, dan selalu berserah diri kepada-Nya dalam setiap langkah kehidupan. Betapa indahnya Islam yang mengajarkan kita untuk selalu bergantung kepada Allah dan bertaubat setiap kali melakukan kesalahan, karena Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Mari kita jadikan kisah Nabi Sulaiman ini sebagai motivasi untuk memperbaiki diri, memperbanyak istighfar, dan senantiasa menyertakan doa serta kehendak Allah dalam setiap rencana kita.
📜 Ayat 32-36 — Sad
Terjemah — Sad 34
Surat Sad Ayat 34 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan sesungguhnya Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia)…Surat Ayat 34/88 — Sad ص (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Sad Dengarkan, Sad Terjemah, Sad mp3, Sad pdf. Ayat 32–36. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








